Penulis : Cahya Anggraeni
Editor : Dania Anggita Nirmalaningtyas

BANYUMAS — Grup kentongan Laras Putra Patriot (LAPPOT) asal Banyumas kembali mengharumkan nama Jawa Tengah setelah tampil dalam acara Kirab Budaya Mahkota Binokasih di Jawa Barat selama empat hari berturut-turut. LAPPOT tampil mewakili Jawa Tengah bersama lima provinsi lain yang diundang dalam acara tahunan tersebut. Rangkaian pertunjukan berlangsung mulai dari Bogor, Karawang, Cirebon, hingga puncak acara di Bandung.
Sepanjang perjalanannya, LAPPOT telah meraih tujuh kali juara pertama tingkat Kabupaten Banyumas dan lima kali juara di event perusahaan swasta, salah satunya Pertamina. Prestasi paling berkesan, menurut Ketua LAPPOT Puji Prianto (Minggu, 13/9/2026), adalah ketika grup ini menjadi juara di ajang nasional di Kulon Progo, yang menjadi capaian pertama bagi kesenian Banyumas di ajang tersebut. Bahkan, pihak dinas sampai menangis haru mendengar hasil itu.

Puji menceritakan, LAPPOT berdiri sejak tahun 1999, bermula dari personel grup hadroh yang tertarik pada kesenian kentongan yang tengah marak kala itu. Nama Laras Putra Patriot sendiri diambil dari lokasi berdirinya grup, yakni Jalan Patriot. Kini, LAPPOT beranggotakan sekitar 30 orang aktif, terdiri atas pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, dan pekerja.
Dari segi instrumen, kentongan yang dimainkan LAPPOT kini sudah mengalami berbagai perkembangan. Selain kentongan bambu tradisional dan angklung, kini terdapat tambahan alat seperti tripok yang menyerupai drum kecil lengkap dengan hi-hat dan cymbal, membuat penampilan mereka semakin modern.
Antusiasme masyarakat di luar daerah pun tak kalah besar. Puji menuturkan, saat tampil di Bandung, penonton bahkan ikut menari, bernyanyi, dan memadati jalur pertunjukan. Menurutnya, kentongan yang memadukan gerakan, pukulan alat, dan nyanyian bersama menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.
Meski demikian, LAPPOT menghadapi tantangan dalam mempertahankan eksistensinya di tengah generasi muda yang lebih akrab dengan hiburan modern. Untuk mengatasi hal tersebut, Puji yang juga tergabung dalam Paguyuban Kentongan Banyumas secara aktif mengajak pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa untuk bergabung dan mengenal kentongan sejak dini.
Ke depan, Puji berharap kentongan bisa masuk secara resmi ke dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah dengan dukungan dari Dinas Pendidikan setempat. Ia optimis, semakin dikenalnya kentongan melalui media sosial dapat mendorong semangat generasi muda untuk melestarikan kentongan.

MASYAALLAH