Selasa, 22 September 2026 | 08.30 WIB

PURWOKERTO, SudutNalar — Bagi sebagian orang, masa pensiun atau purnatugas menjadi waktu untuk mengurangi aktivitas. Namun, Waryati (62) memilih tetap berada di tengah masyarakat setelah mengakhiri masa tugasnya sebagai guru. Ia melanjutkan pengabdiannya melalui Asman Toga Ngudi Sehat di Desa Lesmana, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas.
Bagi Waryati, purnatugas bukan akhir kesempatan untuk memberi manfaat. Ia ingin tetap aktif dan melanjutkan pengabdiannya bersama masyarakat. “Toga sangat bermanfaat, termasuk sebagai obat sederhana. Setelah purnatugas, saya ingin tetap aktif dan mengabdikan diri bersama warga masyarakat,” ujar Waryati.
Di Ngudi Sehat, Waryati berperan sebagai penasihat. Keterlibatannya turut membawa kelompok tersebut meraih juara pertama lomba Asman Toga tingkat desa, lalu berlanjut ke tingkat kabupaten. Pada perayaan 17 Agustus 2026, mereka juga menggelar bazar yang menyajikan beberapa produk seperti kunyit bubuk, wedang uwuh, black garlic, jamu kunyit, dan lemon grass.
Di balik prestasi tersebut, keberlanjutan program ini juga bukan tanpa hambatan. Waryati mengaku masih menghadapi kendala dalam menjaga konsistensi partisipasi masyarakat, karena tingkat keaktifan masyarakat yang belum merata. Selain faktor sumber daya manusia, tantangan alam seperti musim kemarau juga menyulitkan perawatan tanaman sehingga membutuhkan perawatan rutin. “Masih semangat. Setiap hari Asman Toga masih tetap dirawat dengan penyiraman,” kata Waryati menjelaskan upayanya menjaga kelangsungan tanaman obat di musim kemarau.

Semangat itu menunjukkan bahwa aktivitas Waryati setelah purnatugas bukan sekadar mengisi waktu luang. Ia tetap memilih terlibat dalam kegiatan bersama masyarakat selama masih dibutuhkan.
Melalui konsistensi ini, Waryati berharap agar masyarakat sekitar bisa lebih mandiri dalam menjaga Kesehatan fisik sekaligus mulai menanam tanaman obat di pekarangan rumah masing-masing. “Saya berharap warga hidup sehat, jasmani dan rohani. Selain mengembangkan Toga di Asman Toga, kami juga mengajak warga menanam sedikitnya lima tanaman obat di rumah masing-masing,” ujar Waryati.
Bagi Waryati, ruang pengabdian memang berubah setelah purnatugas. Namun, keinginannya untuk tetap bersama masyarakat tak pernah pudar.
Penulis: Aniqotul Lutfiyah | Editor: Amalinda

berita menginspirasi yang saya baca hari ini….
hebat