Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Mengabdi Menjadi Bidan Desa Selama 14 Tahun Lebih di Desa Beji Hingga Sekarang di Puskesmas Mandiraja 2.

Posted on September 23, 2026 by Zidan Diyaaul Haq
Septi Murni Astuti, Bidan yang Telah Mengabdi Selama 14 Tahun di Desa Beji Sebelum Bertugas di Puskesmas Mandiraja 2. (Dok: Pribadi)

BANJARNEGARA, SudurNalar  β€” Perjalanan menjadi pegawai negeri sipil (PNS) tidak selalu mudah. Hal tersebut dialami oleh Septi Murni Astuti bidan PNS yang kini bertugas di Puskesmas Mandiraja 2, Banjarnegara. Sebelum mencapai posisinya saat ini, Septi harus melalui berbagai perjuangan, mulai dari mencari pekerjaan setelah lulus kuliah hingga mengabdi selama bertahun-tahun di daerah pegunungan.

Septi menempuh pendidikan D3 Kebidanan di UNAIC Cilacap dan lulus pada tahun 2010. Setelah lulus, ia sempat bekerja di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Sutirah, Rumah Sakit Panti Nugroho Purbalingga, dan Praktik Mandiri Bidan (PMB) Titi di Desa Merden. Ia juga pernah mengikuti seleksi PTT (Pegawai Tidak Tetap) pada tahun 2011 tetapi belum lolos. Hal itu tidak meruntuhkan semangatnya, di tahun 2012 ia mengikuti kembali dan dinyatakan lolos seleksi PTT.

Setelah diterima sebagai PTT, Septi ditempatkan di Puskesmas Pejawaran dan mendapat amanah sebagai bidan desa di Desa Beji yang saat itu termasuk wilayah DTT (Daerah Tertinggal) di Kabupaten Banjarnegara. Penugasan tersebut menjadi awal perjalanan panjang pengabdiannya di daerah pelosok. Pada tahun 2017, Septi resmi diangkat menjadi PNS dan tetap melanjutkan tugasnya melayani masyarakat di Desa Beji. 

Menurut Septi, saat pertama kali bertugas, masyarakat sering menganggapnya mampu menangani berbagai keluhan kesehatan. Padahal, sebagai bidan fokus pelayanannya adalah kesehatan ibu dan anak.

Septi Murni Astuti Saat Memberikan Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Kepada Warga dalam Kegiatan Kesehatan Masyarakat (Dok: Pribadi)

β€œSaat pertama kali bertugas di Desa Beji, saya cukup kaget karena cuacanya lebih dingin dan akses jalannya juga tidak mudah. Namun, masyarakat di sana sangat ramah dan memiliki rasa persaudaraan yang kuat. Yang membuat saya terkejut, banyak warga yang menganggap saya bisa menangani semua masalah kesehatan, padahal sebagai bidan saya lebih fokus pada pelayanan kesehatan ibu dan bayi,” ujar Septi.

Selain menghadapi berbagai keluhan kesehatan masyarakat, Septi juga harus menangani kondisi persalinan yang masih banyak dilakukan di rumah. Tidak jarang ia dipanggil ketika proses persalinan sudah berlangsung atau saat pasien mengalami komplikasi yang harus segera dirujuk ke rumah sakit.

Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya terjadi saat hujan lebat. Ketika Septi mendapat panggilan untuk merujuk pasien melahirkan ke rumah sakit, sementara anaknya sendiri sedang sakit. Di tengah situasi sulit tersebut, Septi harus memilih untuk tetap menjalankan tugasnya sebagai bidan demi membantu menyelamatkan nyawa pasien. Setelah tugasnya selesai, kondisi anaknya semakin memburuk hingga akhirnya harus dirawat di RSUD Banjarnegara.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Septi tetap bertahan mengabdi di Desa Beji selama kurang lebih 14 tahun. Selain itu, ia juga harus menjalani kehidupan terpisah dari suami dan anak-anaknya selama beberapa tahun demi menjalankan tugas di daerah tersebut.

Pada tahun 2026, Septi dimutasi ke Puskesmas Mandiraja 2 yang lokasinya lebih dekat dengan tempat tinggalnya. Setelah bertahun-tahun menjalani tugas di daerah pelosok, kini ia dapat kembali berkumpul dan beraktivitas bersama keluarganya setiap hari.

“Saya bersyukur sekarang bisa bertugas lebih dekat dengan rumah. Setelah beberapa tahun harus berjauhan dengan keluarga karena pekerjaan, akhirnya saya bisa kembali berkumpul dan mendampingi anak-anak setiap hari,” ujar Septi.

Perjalanan Septi menunjukkan bahwa profesi tenaga kesehatan tidak hanya membutuhkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga dedikasi, pengorbanan, dan ketulusan dalam melayani masyarakat.

Penulis: Yuliyastin Gebi Saputri

Editor: Septia Berliana

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme