Senin, 21 September 2026

Kegiatan Iratera Kaloka yang Berkolaborasi dengan Yoga Mengusung Judul A Mind-Body Journey: Yoga, Meditation, Sound Healing, and Reflection
(Dok. Koleksi Narasumber)
Yogyakarta – Sudutnalar.com, Anggraeni Rusmahadewi, atau akrab disapa Dewi adalah seorang Co-Founder dan Mental Health Facilitator yang menghadirkan ruang aman bagi masyarakat untuk bercerita dan mendapatkan pendampingan terkait kesehatan mental melalui Iratera Kaloka. Berawal dari keinginan membuat kegiatan sendiri setelah menempuh pendidikan magister psikologi, Dewi bersama rekannya membangun Iratera Kaloka pada Juli 2024.
Pada awal berdirinya, Iratera Kaloka mengadakan berbagai webinar dengan menghadirkan narasumber dari luar. Di tengah proses tersebut, Dewi juga mengikuti sejumlah sertifikasi, seperti coaching, counseling, terapi, dan HR. Setelah menyelesaikan pendidikan magister dan berbagai sertifikasi, Dewi mulai menjalankan perannya sebagai mental health facilitator secara mandiri.
Selain mengadakan webinar, Iratera Kaloka juga aktif berkolaborasi dalam berbagai kegiatan yang dikemas dengan cara yang lebih santai, seperti nail art dan yoga. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu cara Iratera Kaloka untuk mengenalkan pentingnya menjaga kesehatan mental melalui aktivitas yang menyenangkan. Kegiatan itu juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk beristirahat, berinteraksi, dan memperhatikan diri sendiri.
Selama mendampingi masyarakat melalui sharing session dan counseling, Dewi menyadari bahwa setiap orang memiliki cerita dan latar belakang yang berbeda. Menurutnya, masalah yang terlihat sederhana bagi seseorang belum tentu terasa ringan bagi orang lain. “Setiap orang itu punya kadar bebannya masing-masing dan pasti semuanya menyimpan cerita tersendiri,” ujar Dewi. Pengalaman mendengarkan berbagai cerita tersebut membuatnya belajar untuk tidak mudah menghakimi orang lain dan semakin memahami pentingnya empati.
Bagi Dewi, pendampingan bukan tentang memberikan solusi secara langsung, melainkan membantu seseorang menemukan jalan keluarnya sendiri. “Saya cuma memberikan semacam peta atau rambu-rambunya, hingga akhirnya klien tersebut bisa menemukan solusinya sendiri,” jelasnya. Menurutnya, terkadang seseorang hanya membutuhkan teman untuk berbicara dan didengarkan agar dapat berpikir lebih jernih.
Dewi juga menemukan bahwa persoalan yang awalnya dianggap sepele dapat berkembang menjadi lebih serius, seperti insomnia, kecemasan, hingga gangguan makan. Jika permasalahan membutuhkan penanganan lebih lanjut, Iratera Kaloka dapat merujuk klien kepada psikolog. Dalam menjalankan profesinya, Dewi juga perlu menjaga kondisi emosional agar cerita satu klien tidak terbawa saat mendampingi klien berikutnya.
Melalui profesinya, Dewi ingin menanamkan pentingnya empati dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, membantu orang lain tidak harus menunggu menjadi seorang profesional. “Tidak harus jadi orang yang belajar psikologi dulu untuk punya empati. Jadi, kita harus bisa sekecil-kecilnya membantu meringankan orang di sekitar kita,” ungkapnya.
Menurut Dewi, menjaga kesehatan mental tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang, cukup dengan memiliki alasan sederhana untuk tetap menjalani hari dan berani mencari bantuan ketika diperlukan. Ia berharap setiap orang dapat saling menjadi ruang aman bagi satu sama lain, karena hidup mungkin tidak selalu bahagia, tetapi tetap layak untuk dijalani dengan baik.
Penulis : Rusmahendrati Kencana Rukmi
Editor: Syifa Putri Fadillah
