Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Mendengar Tanpa Menghakimi, Anggraeni Rusmahadewi Hadirkan Ruang Aman Lewat Iratera Kaloka

Posted on September 23, 2026September 23, 2026 by aflah amanullah

Senin, 21 September 2026

Kegiatan Iratera Kaloka yang Berkolaborasi dengan Yoga Mengusung Judul A Mind-Body Journey: Yoga, Meditation, Sound Healing, and Reflection

(Dok. Koleksi Narasumber)

Yogyakarta – Sudutnalar.com, Anggraeni Rusmahadewi, atau akrab disapa Dewi adalah seorang Co-Founder dan Mental Health Facilitator yang menghadirkan ruang aman bagi masyarakat untuk bercerita dan mendapatkan pendampingan terkait kesehatan mental melalui Iratera Kaloka. Berawal dari keinginan membuat kegiatan sendiri setelah menempuh pendidikan magister psikologi, Dewi bersama rekannya membangun Iratera Kaloka pada Juli 2024.

Pada awal berdirinya, Iratera Kaloka mengadakan berbagai webinar dengan menghadirkan narasumber dari luar. Di tengah proses tersebut, Dewi juga mengikuti sejumlah sertifikasi, seperti coaching, counseling, terapi, dan HR. Setelah menyelesaikan pendidikan magister dan berbagai sertifikasi, Dewi mulai menjalankan perannya sebagai mental health facilitator secara mandiri.

Selain mengadakan webinar, Iratera Kaloka juga aktif berkolaborasi dalam berbagai kegiatan yang dikemas dengan cara yang lebih santai, seperti nail art dan yoga. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu cara Iratera Kaloka untuk mengenalkan pentingnya menjaga kesehatan mental melalui aktivitas yang menyenangkan. Kegiatan itu juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk beristirahat, berinteraksi, dan memperhatikan diri sendiri.

Selama mendampingi masyarakat melalui sharing session dan counseling, Dewi menyadari bahwa setiap orang memiliki cerita dan latar belakang yang berbeda. Menurutnya, masalah yang terlihat sederhana bagi seseorang belum tentu terasa ringan bagi orang lain. “Setiap orang itu punya kadar bebannya masing-masing dan pasti semuanya menyimpan cerita tersendiri,” ujar Dewi. Pengalaman mendengarkan berbagai cerita tersebut membuatnya belajar untuk tidak mudah menghakimi orang lain dan semakin memahami pentingnya empati.

Bagi Dewi, pendampingan bukan tentang memberikan solusi secara langsung, melainkan membantu seseorang menemukan jalan keluarnya sendiri. “Saya cuma memberikan semacam peta atau rambu-rambunya, hingga akhirnya klien tersebut bisa menemukan solusinya sendiri,” jelasnya. Menurutnya, terkadang seseorang hanya membutuhkan teman untuk berbicara dan didengarkan agar dapat berpikir lebih jernih.

Dewi juga menemukan bahwa persoalan yang awalnya dianggap sepele dapat berkembang menjadi lebih serius, seperti insomnia, kecemasan, hingga gangguan makan. Jika permasalahan membutuhkan penanganan lebih lanjut, Iratera Kaloka dapat merujuk klien kepada psikolog. Dalam menjalankan profesinya, Dewi juga perlu menjaga kondisi emosional agar cerita satu klien tidak terbawa saat mendampingi klien berikutnya.

Melalui profesinya, Dewi ingin menanamkan pentingnya empati dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, membantu orang lain tidak harus menunggu menjadi seorang profesional. “Tidak harus jadi orang yang belajar psikologi dulu untuk punya empati. Jadi, kita harus bisa sekecil-kecilnya membantu meringankan orang di sekitar kita,” ungkapnya.

Menurut Dewi, menjaga kesehatan mental tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang, cukup dengan memiliki alasan sederhana untuk tetap menjalani hari dan berani mencari bantuan ketika diperlukan. Ia berharap setiap orang dapat saling menjadi ruang aman bagi satu sama lain, karena hidup mungkin tidak selalu bahagia, tetapi tetap layak untuk dijalani dengan baik.

Penulis : Rusmahendrati Kencana Rukmi

Editor: Syifa Putri Fadillah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme