Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Masjid As-Shodiqin Cilacap, Bahtera Ibadah yang Menjadi Daya Tarik di Jalur Selatan Jawa

Posted on September 21, 2026 by akt 24
Keunikan arsitektur Masjid As-Shodiqin yang menyerupai perahu di Cilacap
(Foto: Dokumentasi Pribadi)

Cilacap–Perjalanan melintasi jalur selatan Pulau Jawa menghadirkan berbagai pemandangan menarik, salah satunya keberadaan Masjid As-Shodiqin yang memiliki desain arsitektur unik. Masjid yang berada di kawasan Rest Area Talaga Sunda, Blok Cukang Awi, Kampung Purwasari, Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, ini dikenal masyarakat dengan sebutan Masjid Perahu karena bentuk bangunannya menyerupai bahtera besar. Keunikan tersebut menjadikan Masjid As-Shodiqin tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi daya tarik bagi masyarakat yang melintas di jalur nasional penghubung Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Masjid As-Shodiqin memiliki konsep bangunan yang berbeda dari masjid pada umumnya karena mengadaptasi bentuk kapal atau perahu raksasa. Struktur bangunan yang memanjang menyerupai badan kapal dipadukan dengan bagian depan berbentuk layar yang menjulang tinggi. Pada bagian layar tersebut terdapat ornamen kaligrafi bertuliskan “Allah” berwarna emas yang menjadi ciri khas sehingga masjid ini mudah dikenali dari kejauhan.

Keunikan desain Masjid Perahu semakin terlihat karena bangunan tersebut berada di kawasan yang dikelilingi danau buatan. Keberadaan air di sekitar masjid menciptakan kesan seolah-olah bangunan tersebut sedang mengapung seperti sebuah bahtera yang berlabuh. Selain itu, lingkungan sekitar masjid juga dilengkapi pepohonan, taman, serta berbagai ornamen batu yang memberikan suasana asri dan nyaman bagi pengunjung.

Masjid As-Shodiqin dibangun oleh Haji Engking Shodikin dengan konsep arsitektur yang memiliki ciri khas tersendiri. Pemilihan bentuk menyerupai perahu tidak hanya bertujuan menciptakan bangunan yang berbeda, tetapi juga menjadikan masjid tersebut sebagai penanda kawasan sekaligus tempat singgah bagi masyarakat yang melakukan perjalanan. Pengurus Masjid As-Shodiqin, Nursidik, menjelaskan bahwa konsep tersebut dibuat agar masyarakat tertarik untuk berkunjung dan mengenal keberadaan masjid tersebut.

“Konsepnya memang ingin berbeda dengan masjid lain. Dengan bentuk seperti perahu, harapannya masjid ini menjadi ikon dan tempat singgah bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan,” ujar Nursidik.

Berada di jalur nasional lintas selatan Jawa membuat Masjid As-Shodiqin memiliki posisi strategis sebagai tempat persinggahan pengguna jalan. Banyak masyarakat yang berhenti di lokasi tersebut untuk melaksanakan ibadah, beristirahat, maupun menikmati suasana kawasan sekitar. Kehadiran masjid ini memberikan pengalaman berbeda karena pengunjung dapat merasakan suasana beribadah di bangunan dengan konsep arsitektur yang tidak biasa.

Tidak hanya tampilan luarnya, bagian dalam Masjid As-Shodiqin juga memiliki berbagai ornamen yang memperkuat konsep bahtera. Di dalam masjid terdapat beduk berukuran besar, mimbar dengan ukiran, serta ornamen berbentuk lingkaran yang menyerupai pelampung kapal. Berbagai elemen tersebut menjadi bagian dari konsep visual yang memberikan kesan bahwa pengunjung seolah berada dalam suasana sebuah kapal, meskipun fungsi utama bangunan tetap sebagai tempat ibadah.

Selain digunakan untuk kegiatan keagamaan, kawasan Masjid As-Shodiqin juga dikembangkan sebagai wisata religi bagi masyarakat. Pengunjung dapat menikmati pemandangan danau buatan serta mencoba fasilitas wisata perahu yang tersedia di sekitar kawasan masjid. Aktivitas tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat keindahan Masjid Perahu dari berbagai sudut sekaligus mengenal salah satu daya tarik wisata religi di Kabupaten Cilacap.

Keberadaan Masjid As-Shodiqin menunjukkan bahwa sebuah tempat ibadah dapat memiliki nilai lebih dalam kehidupan masyarakat. Masjid ini tidak hanya menjadi ruang untuk melaksanakan kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi tempat interaksi sosial dan bagian dari potensi wisata religi daerah. Melalui konsep bangunan yang kreatif, Masjid As-Shodiqin menghadirkan perpaduan antara nilai spiritual, budaya, dan estetika dalam satu kawasan.

Bagi masyarakat yang melintasi jalur selatan Jawa, Masjid As-Shodiqin dapat menjadi pilihan tempat singgah untuk beribadah sekaligus menikmati suasana sekitar. Keunikan bentuk bangunan yang menyerupai bahtera membuat masjid ini memiliki identitas tersendiri dibandingkan masjid lainnya. Dengan konsep tersebut, Masjid Perahu menjadi salah satu daya tarik wisata religi yang memperkaya potensi daerah Kabupaten Cilacap.

Penulis: Aulia Qolbu Ghoefira

Editor: Azzahra Maulida Affandy

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme