
(Foto: Dokumentasi Pribadi)
Purwokerto—Sejumlah mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar aksi penyampaian aspirasi di lingkungan kampus Unsoed, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk respons mahasiswa terhadap persoalan tata kelola universitas yang menjadi perhatian publik setelah adanya kasus hukum yang melibatkan sejumlah pejabat kampus. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membawa berbagai poster dan spanduk yang berisi tuntutan mengenai transparansi serta perbaikan sistem di lingkungan perguruan tinggi.
Aksi mahasiswa berlangsung dengan melibatkan sejumlah peserta yang berkumpul di sekitar area kampus sambil menyampaikan berbagai aspirasi melalui orasi. Massa aksi membawa spanduk bertuliskan tuntutan dan pesan kritis sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi institusi pendidikan. Melalui aksi tersebut, mahasiswa ingin menyampaikan bahwa evaluasi dan pembenahan sistem perlu dilakukan agar kepercayaan civitas akademika terhadap kampus tetap terjaga.
Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan universitas. Mereka mendorong pihak kampus untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai kebijakan serta memperkuat sistem pengawasan internal. Menurut mahasiswa, keterbukaan informasi menjadi salah satu hal penting agar seluruh civitas akademika dapat memahami proses pengambilan keputusan di lingkungan kampus.
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsoed, Azza Febra Pramudika, mengatakan bahwa aksi tersebut bukan hanya ditujukan untuk membahas persoalan individu tertentu, tetapi lebih kepada upaya menjaga keberlangsungan institusi pendidikan. Menurutnya, mahasiswa ingin mendorong adanya perbaikan sistem agar kampus dapat berjalan dengan tata kelola yang lebih baik. Ia menegaskan bahwa gerakan mahasiswa dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan Universitas Jenderal Soedirman.
“Orientasi kita hari ini bukan hanya membicarakan persoalan individu, tetapi bagaimana mengamankan institusi pendidikan kita, Universitas Jenderal Soedirman, dari berbagai persoalan tata kelola yang dapat merugikan civitas akademika,” ujar Azza.
Selain menyoroti tata kelola universitas, mahasiswa juga menyampaikan beberapa tuntutan lain yang berkaitan dengan kehidupan akademik. Beberapa hal yang menjadi perhatian mahasiswa meliputi transparansi kebijakan kampus, evaluasi birokrasi, penguatan pengawasan, serta keterlibatan mahasiswa dalam proses pengambilan keputusan. Mahasiswa menilai bahwa partisipasi civitas akademika diperlukan agar kebijakan yang dibuat dapat lebih terbuka dan sesuai dengan kebutuhan bersama.
Mahasiswa juga menyoroti sejumlah persoalan lain seperti fasilitas pendidikan, perlindungan mahasiswa, serta sistem penerimaan mahasiswa baru. Mereka meminta agar setiap kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan mahasiswa dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurut mahasiswa, lingkungan kampus yang sehat tidak hanya dibangun melalui kegiatan akademik, tetapi juga melalui sistem pengelolaan yang baik.
Dalam penyampaian aspirasinya, mahasiswa memastikan aksi tersebut berlangsung secara tertib tanpa melakukan tindakan yang merusak fasilitas kampus. Mereka menyampaikan tuntutan melalui orasi dan pemasangan berbagai atribut aksi sebagai bentuk penyampaian pendapat di ruang publik. Aksi tersebut diharapkan dapat menjadi sarana dialog antara mahasiswa dan pihak universitas untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang ada.
Melalui aksi tersebut, mahasiswa berharap pihak universitas dapat mengambil langkah konkret dalam memperbaiki sistem tata kelola kampus. Pembenahan tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan mahasiswa, dosen, serta seluruh civitas akademika terhadap institusi pendidikan. Universitas Jenderal Soedirman diharapkan dapat terus memperkuat nilai transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam menjalankan kegiatan akademiknya.
Penulis: Artika Sari Dewi
Editor: Azzahra Maulida Afandy
