
Purwokerto – Sekelompok mahasiswa menggelar Aksi Kamisan bertema “Menolak Lupa: Dari Munir hingga Affan Kurniawan” di sekitar Tugu Pembangunan Purwokerto pada Kamis, 3 September 2026. Dalam aksi tersebut, para mahasiswa mengenakan pakaian serba hitam, membawa poster berisi tuntutan, serta menggunakan pengeras suara untuk menyampaikan aspirasi terkait penegakan hak asasi manusia (HAM) dan keadilan bagi masyarakat.
Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan pelanggaran HAM yang dinilai belum terselesaikan. Melalui tema yang diangkat, para peserta berupaya mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan kasus-kasus yang berkaitan dengan perjuangan menegakkan keadilan, mulai dari kasus Munir hingga Affan Kurniawan.
Dengan membawa poster dan menyampaikan orasi melalui pengeras suara, para mahasiswa menyuarakan tuntutan agar persoalan HAM mendapatkan perhatian serta penyelesaian yang adil. Aksi ini juga mencerminkan adanya konflik antara tuntutan masyarakat terhadap keadilan dan kondisi penyelesaian kasus-kasus HAM yang dinilai masih belum memenuhi harapan.
Pemilihan pakaian serba hitam dalam aksi tersebut menjadi simbol keprihatinan dan solidaritas terhadap persoalan yang disuarakan. Sementara itu, penggunaan poster dan pengeras suara menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menyampaikan pesan serta menarik perhatian masyarakat yang berada di sekitar lokasi aksi.
Melalui Aksi Kamisan ini, mahasiswa berharap kesadaran masyarakat terhadap persoalan HAM tetap terjaga dan tuntutan keadilan tidak dilupakan. Aksi tersebut sekaligus menunjukkan peran mahasiswa sebagai kelompok masyarakat yang turut menyampaikan aspirasi dan mengawal persoalan keadilan sosial.
Penulis: Siti Nurhalimah
Editor: Najwa Rahmadani
