
Purwokerto — Berawal dari hobi menulis, Luluk HF kini berhasil membawa sejumlah karyanya hingga ke layar lebar. Perjalanan tersebut ia bagikan dalam Seminar Kepenulisan 2026 yang digelar di Aula Bambang Lelono pada Minggu (13/09/2026).
Ia mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada dunia menulis bermula ketika ia masih duduk di bangku SMA tahun 2010. Saat itu, menulis dilakukan secara otodidak dan hanya sebagai hobi. Ia mengunggah cerita-cerita yang dibuatnya melalui blog pribadi dan catatan Facebook.
Perjalanannya kemudian berjanjut ketika ia menulis di Wattpad pada 2013. Melalui platform tersebut, ia mulai membagikan karya kepada pembaca yang lebih luas. Karya yang kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan kepenulisannya adalah novel Mariposa, Dua Belas Cerita Glen Anggara, dan Chamomile.
Ia menceritakan momen ketika dirinya mulai membayangkan karyanya dapat diangkat ke layar lebar. Ketika berada di bioskop, ia memperhatikan credit title yang muncul di akhir film. Melihat nama penulis, produser, dan pihak lain yang terlibat dalam pembuatan film, ia sempat berandai-andai jika suatu saat namanya tercantum disana.
Beberapa bulan setelah momen tersebut, ia mendapat kabar dari seorang produser yang mengbunginya untuk membicarakan rencana mengangkat novel Mariposa menjadi film. Selain itu, novel Dua Belas Cerita Glen Anggara juga menjadi salah satu karyanya yang diadaptasi ke layar lebar.
Tidak hanya membagikan perjalanan kariernya, ia juga memberikan tips kepada peserta yang ingin menekuni dunia kepenulisan. Salah satunya adalah membiasakan diri membaca setiap hari. Ia menyarankan agar membaca dilakukan secara rutin, meskipun hanya setengah hingga satu halaman dalam sehari.
Setelah sesi berbagi, peserta mengikuti pelatihan kepenulisan yang menjadi bagian rangkaian kegiatan. Peserta memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan pengetahuan yang telah disampaikan selama kegiatan.
Salah satu peserta, Ayu mengatakan bahwa pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru dalam proses menulis.
“Pelatihannya menarik karena kita nggak cuma dapat materi, tapi juga langsung praktik menulis. Jadi, saya lebih paham cara mengembangkan ide jadi tulisan.”
Menurutnya, kegiatan tersebut membantunya memahami proses menulis secara lebih langsung. Pelatihan juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk tidak hanya menerima materi, tetapi menerapkannya dalam kegiatan kepenulisan.
Seminar Kepenulisan 2026 tidak hanya menghadirkan pengalaman Luluk HF sebagai penulis, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan keterampilan menulis melalui pelatihan yang menjadi bagian dari rangkaian acara.
