Reporter: Novika Lesy Rahmawati
Editor: Nur Syifa Maulidia

(Sumber: Hidayatun Nikmah)
SUMBANG, 21 September 2026 — Pendidikan merupakan medan pengabdian yang dinamis dan penuh tantangan, terutama bagi madrasah swasta di tengah persaingan lembaga pendidikan yang kian ketat. Hal inilah yang dirasakan Hidayatun Nikmah, S.Pd.I., M.Pd. (42), sosok perempuan inspiratif yang kini menjabat sebagai Kepala Sekolah MI Ma’arif NU Karangturi, Kecamatan Sumbang.
Perjalanan karier Hidayatun Nikmah di dunia pendidikan berawal dari hal yang tidak terduga. Pendidikan tingginya ditempuh bertahap dari jenjang D-2, S-1, hingga lulus S-2 di UIN Saizu Purwokerto. Meski begitu, profesi kepala sekolah awalnya bukan cita-cita utamanya. “Dulu sebenarnya ingin ambil Sastra Indonesia, cuma tidak diizinkan orang tua. Akhirnya diarahkan mengambil D-2, S-1, sampai S-2 dan jadi guru MI, kemudian diamanati untuk menjadi kepala sekolah,” ungkap Hidayatun Nikmah. Baginya, jabatan kepala sekolah bukanlah sekadar pilihan pribadi, melainkan amanah dan tugas dari profesi utamanya sebagai pendidik.
Sejak awal masa kepemimpinannya, berbagai pencapaian dan kesan mendalam berhasil diukir bersama tim. Pada tahun pertama menjabat, sekolah langsung dihadapkan pada proses akreditasi dan sukses meraih nilai A. Tidak berhenti di situ, kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di MI Ma’arif NU Karangturi juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini dibuktikan secara nyata melalui bertambahnya jumlah rombongan belajar (rombel) yang semula hanya memiliki 6 kelas, kini berkembang pesat menjadi 12 kelas. Dengan perkembangan tersebut, setiap tingkatan kelas kini terbagi menjadi dua rombel paralel, seperti kelas 1A dan 1B, yang diikuti pula dengan peningkatan jumlah murid secara keseluruhan.
Perkembangan pesat ini tentu tidak lepas dari strategi sekolah dalam menjawab tantangan besar madrasah swasta, khususnya dalam membangun kepercayaan publik di tengah kompetisi yang ketat. Hidayatun secara konsisten melakukan inovasi dan memperkuat branding lembaga dengan fokus utama pada keunggulan akademik maupun nonakademik. Strategi ini terbukti efektif membawa para murid meraih berbagai prestasi membanggakan hingga ke tingkat provinsi, baik melalui ajang kompetisi antarmadrasah maupun Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). Keberhasilan ini sekaligus membuktikan bahwa madrasah mampu berdiri sejajar dan tidak kalah bersaing dengan sekolah umum lainnya.
Menatap masa depan, Hidayatun berkomitmen untuk tidak berpuas diri dan terus menjaga momentum positif yang telah terbangun. Harapan besar terus digantungkan agar MI Ma’arif NU Karangturi dapat semakin melesat dalam mencetak murid berprestasi serta memperluas kontribusinya bagi dunia pendidikan. Dengan terus mengasah keunggulan dan menjaga inovasi, Hidayatun optimis bahwa sekolah dapat semakin dicintai, dipercaya oleh masyarakat luas, serta menjadi lembaga pendidikan Islam yang maju dan berdaya saing tinggi.
