SudutNalar, 15 September 2026

(Kue kamir hangat yang baru diangkat dari cetakan, siap dikemas dalam kotak untuk pembeli di lapak Yu Tin, Pasar Manis Purwokerto. Sumber: Anisa Naila)
PURWOKERTO, SudutNalar.com – Aroma manis kue kamir yang baru diangkat dari tungku pemanggangan selalu menjadi daya tarik tersendiri di sudut Pasar Manis Purwokerto. Kue kamir buatan Yu Tin ini telah dijajakan sejak tahun 1986 dan kini menjadi salah satu jajanan legendaris yang digemari warga Banyumas hingga wisatawan dari luar kota, bahkan warga negara asing.
Yu Tin mengawali usahanya berjualan kue kamir di kawasan Alun-alun Purwokerto pada tahun 1986. Empat tahun kemudian, tepatnya pada 1990, ia memindahkan lapaknya ke Pasar Manis Purwokerto dan masih berjualan di lokasi tersebut hingga 2026, atau sudah lebih dari tiga dekade lamanya.

(Lapak Kue Kamir Yutin di Pasar Manis Purwokerto, lokasi Yu Tin berjualan sejak tahun 1990 hingga sekarang. Sumber: Anisa Naila)
Resep kue kamir yang digunakan Yu Tin merupakan warisan turun-temurun dari mertuanya. Awalnya, sang mertua berjualan martabak secara keliling. Dari situlah muncul ide untuk membuat camilan yang lebih ringan dan berporsi lebih minimalis dibanding martabak. “Dulu saya tanya ke mertua, apakah martabak bisa dibuat lebih ringan dengan porsi yang lebih kecil. Dari situ mertua menyarankan untuk membuat kue kamir saja,” tutur Yu Tin.
Dari Kue Samir Menjadi Kue Kamir
Menariknya, jajanan ini sejatinya bernama Kue Samir. Yu Tin mengaku sengaja mencari nama lain agar dagangannya memiliki ciri khas dan berbeda dari penjual lain, hingga akhirnya ia menemukan nama Kue Kamir. Meski berbeda nama, Samir dan Kamir sebenarnya memiliki bahan utama dan proses pembuatan yang sama.
Bahan Sederhana, Proses Penuh Kesabaran
Bahan yang digunakan untuk membuat kue kamir cukup sederhana. Proses pembuatannya diawali dengan mencampurkan seluruh bahan, kecuali tape dan soda kue yang berfungsi sebagai pengembang adonan. Kedua bahan tersebut baru dicampurkan pada tahap akhir, setelah adonan lain tercampur rata.

(Cetakan dan peralatan tradisional yang digunakan untuk memanggang Kue Kamir di atas tungku. Sumber: Anisa Naila)
Proses pembuatan adonan memakan waktu sekitar satu jam, sementara proses pemanggangan berlangsung kurang lebih lima menit. Namun, waktu pemanggangan itu tidak selalu pasti karena menyesuaikan suhu tungku yang kerap berubah-ubah. “Kesulitannya itu kita harus siap bangun lebih awal, karena bikin adonan saja sudah butuh satu jam, belum lagi proses peragian dengan tape dan soda kue,” ujar Yu Tin.
Dalam sehari, jumlah adonan yang dibuat juga tidak ditakar secara pasti, melainkan disesuaikan dengan hari penjualan. Pada hari biasa, Yu Tin membuat sekitar 8-10 kilogram adonan. Sementara pada akhir pekan dan hari libur, jumlahnya bisa lebih dari 10 kilogram mengingat permintaan yang meningkat.
Dari Satu Varian Menjadi Enam Pilihan Rasa
Pada awal berjualan, Yu Tin hanya menawarkan satu varian rasa, yakni original. Namun seiring berjalannya waktu, banyak pelanggan yang menyarankan penambahan varian isi. Menanggapi masukan tersebut sekaligus mengikuti perkembangan zaman, kini Kue Kamir Yu Tin memiliki enam varian rasa, yaitu Original, Coklat, Coklat Kacang, Selai Nanas/Strawberry, Coklat Keju, dan Coklat Pisang.

(Papan menu Kue Kamir Yu tin Pasar Manis yang menampilkan enam varian rasa beserta harganya, mulai dari Rp1.000 hingga Rp2.500 per buah. Sumber: Anisa Naila)
Yu Tin juga mengaku selalu menjaga kualitas rasa dengan menggunakan bahan baku premium, seperti mentega merek Blue Band serta meses dengan merek berkualitas baik. “Saya juga selalu tanya ke pembeli, rasanya kurang manis atau tidak, adonannya kelemesan atau tidak. Itu supaya rasanya bisa terus diperbaiki dan sesuai selera pelanggan,” jelasnya.
Promosi dari Pembeli Meluas di Media Sosial
Menurut Yu Tin, pelanggan juga datang dari luar Banyumas, termasuk warga negara asing. Jumlah pembeli kerap melonjak tajam, terlebih pada musim liburan. Penikmatnya pun beragam, mulai dari orang tua hingga anak muda yang menggemari jajanan tradisional ini.
Popularitas Kue Kamir Yu Tin juga tidak lepas dari peran para pembeli yang secara sukarela membuat konten promosi di media sosial tanpa diminta oleh penjual. Hal ini membuat jangkauan pemasarannya semakin luas, sehingga banyak pelanggan dari luar kota yang penasaran dan akhirnya datang langsung untuk membeli.
Harga Terjangkau untuk Semua Kalangan
Soal harga, Yu Tin mematok tarif yang berbeda-beda sesuai varian rasa. Meski begitu, ia berupaya menjaga harga tetap standar dan terjangkau agar Kue Kamir bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat.
Dengan mempertahankan proses pembuatan tradisional sekaligus menambah varian rasa, Kue Kamir Yu Tin masih menjadi salah satu pilihan jajanan yang dijajakan di Pasar Manis Purwokerto.
Penulis : Anisa Naila Shafa
Editor : Jihan Ardelia Az Zahra
