Penulis : Helma Ayu Feliana

Agung Purwanto, Brebes.
Senin (5/10/2026). (Foto: Agung Purwanto)
BREBES, SudutNalar– Agung Purwanto atau lebih dikenal dengan nama Agung Soulsick, seorang pemuda yang berasal dari Brebes sukses membangun kariernya dari keisengan membuat sebuah konten komedian sejak tahun 2017 hingga saat ini, ia mampu menghasilkan pendapatan mandiri dari kediamannya di Bogor.
Bagi Sebagian besar orang, kamera adalah alat pengabdi momen berharga. Namun berbeda bagi Agung, benda pipih itu merupakan jembatan yang mengubah nasibnya dari sekadar seorang perantau biasa menjadi seorang konten kreator komedi yang luar biasa.
Perjalanan yang kini mampu untuk menghidupinya tersebut tidak lahir dari ruang studio yang megah dengan lampu sorot gemerlap, melainkan berawal dari sebuah kamar kontrakan sempit di Bogor pada tahun 2017 silam.
“Dulu awalnya cuma iseng doang, ya sekadar mencari hiburan untuk menyenangkan diri sendiri di waktu luang,” ujarnya.
Langkah sederhana dari iseng yang diambil sembilan tahun lalu itu ternyata memantik reaksi yang bahkan ia sendiri tak menyangka. Media Sosial menyambutnya dengan hangat humor segar yang ia tawarkan.
Mengetahui persoalan kontennya ditonton dan disukai banyak orang ada rasa kebahagiaan tersendiri yang membuatnya ketagihan untuk terus memeras ide kreatif lebih banyak lagi dan konsisten. Konten komedi dipilihnya karena komedi adalah ruang paling jujur untuk menangkap realitas sehari-hari tanpa perlu pebawaan yang kaku.
Konten kreatif Agung terbilang sangat dinamis. Alih-alih menyusun skripsi puluhan lembar, ia lebih sering mengandalkan intuisi spontan. Di mana pun ide itu melintas dalam benaknya, saat itu juga pengambilan konten dilaksanakan. Hebatnya, hanya berbekal telepon genggam miliknya, ia mampu menyelesaikan seluruh pengambilan video, pengeditan hingga sampainya proses mengunggah hasil video konten komedinya di media sosial.
Namun, di balik video berdurasi singkat yang memicu gelak tawa netizen, ada harga mental yang menjadi taruhannya. Menjadi seorang komedian berarti harus siap menanggalkan urat malu. “Tantangan paling berat itu kalau harus berakting di tempat umum. Kadang lagi fokus ambil gambar, tiba-tiba ada orang lewat sambil melotot atau bahkan berbisik-bisik. Wah, itu ujian mental sekali,” tuturnya.
Nah, untuk para pemula atau yang ingin menjadi konten kreator yang masih terpasung oleh rasa malu, ragu dan takut untuk berkarya, Agung menitipkan sebuah pesan mendalam.
“Jangan pernah malu dan harus yakin pada diri sendiri. Cuek saja dengan sekitar saat sedang berproses, tapi ingat, tetap jaga sopan santun dan memiliki kesabaran seluas samudera.” pungkasnya.
Diruang digital yang fana dan serba cepat ini, Agung Soulsick telah membuktikan satu hal, bahwa keberanian untuk menjadi lucu dan aneh di dunia maya, jika dirawat dengan keteguhan hati, mampu menenun kemandirian finansial sekaligus mampu untuk meberikan kebahagiaan dan gelak tawa bagi jiwa-jiwa yang kesepian diluar sana.
Karena pada dasarnya saat kamu menyalakan pelita tawa di ruang hati yang kesepian, kamu tidak hanya mengusir kegelapan mereka, tetapi juga sedang melukis pahala di langit takdirmu.
