SudutNalar, 29 September 2026

BANYUMAS, SudutNalar β Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII 2026 yang diselenggarakan di Universitas Jenderal Soedirman menjadi ruang bagi peserta untuk memperkenalkan dan mengembangkan produk usaha mereka. Sebanyak 219 perguruan tinggi hadir membawa produk dan inovasi yang dikembangkan dari potensi daerah masing-masing.
Salah satu peserta dari Universitas Sriwijaya menghadirkan Chibi Tissue Cleanser, produk pembersih wajah berbentuk tisu yang dikembangkan dengan ekstrak kembang sepatu, minyak shanca inchi, teknologi SNE (Self-Nano Emulsifying), serta tambahan rose water. Produk tersebut dikemas dalam satu kotak berisi 10 sachet sehingga lebih praktis digunakan.
βChibi Tissue Cleanser ini memang untuk muka. Bukan cuma untuk membersihkan wajah dari makeup, tetapi juga bisa membantu melembapkan wajah,β ujar salah satu peserta.
Chibi Tissue Cleanser dijual dengan harga Rp3.000 per sachet atau Rp30.000 untuk satu kotak berisi 10 sachet. Selain dipasarkan secara langsung, Chibi juga memanfaatkan sejumlah platform digital, seperti Shopee, WhatsApp, TikTok, dan Instagram.
Pengembangan produk Chibi dilakukan secara bertahap. Sebelum menghasilkan Tissue Cleanser, mereka terlebih dahulu mengembangkan Chibi Oil Cleanser dan Chibi Water Cleanser. Dalam proses pengembangannya, Chibi juga bekerja sama dengan mitra perusahaan.
Tidak hanya mengandalkan pasar dalam negeri, Chibi juga tengah mempersiapkan pengembangan pasar ke luar negeri. Produk tersebut direncanakan dibawa ke Korea pada akhir November atau Desember 2026.
Sementara itu, peserta dari Politeknik Negeri Bandung menghadirkan Merchera Lab, produk merchandise yang memanfaatkan bahan bekas dan limbah. Produk yang ditawarkan antara lain aksesori dari kaleng bekas dan plastik, pin berbahan kaleng bekas, eco-keramik berbahan gipsum dan kertas bekas, serta buket bunga dari limbah kertas. Produk tersebut dibuat sendiri dan dapat dipesan secara khusus sesuai kebutuhan konsumen.
Dari sisi harga, produk Merchera Lab dipasarkan mulai Rp2.500 hingga Rp3.500. Pesanan dalam jumlah banyak mendapatkan harga yang lebih murah. Strategi harga tersebut menjadi salah satu cara untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen.
Dalam pemasaran, peserta mengaku telah memperoleh respons yang cukup positif dari pengunjung. Namun, jangkauan pemasaran masih menjadi salah satu hal yang perlu dikembangkan. Saat ini, pemasaran masih banyak mengandalkan penyebaran informasi dari mulut ke mulut dan media daring melalui pembuatan konten.
βKalau untuk pemasaran cukup oke, cuma kayaknya perlu ekspansi lagi. Kita biasanya masih mulut ke mulut dan lebih ke online,β ujar salah satu peserta.
Kehadiran produk-produk tersebut di KMI Expo XVII 2026 menunjukkan bahwa kegiatan pameran tidak hanya menjadi sarana memperkenalkan produk kepada pengunjung, tetapi juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk menguji respons pasar, mengembangkan strategi pemasaran, serta membuka peluang perluasan pasar.
Penulis: Cintya Auliyanti
Editor: Bela Fatma Atikah
