Purwokerto, 23 September 2026

Sumber dokumentasi: Septi Rahmadani
Purwokerto β Sudutnalar.com, Nama Septi Rahmadani kini dikenal luas sebagai public speaker berprestasi, peraih gelar Miss Inteligensia 1 Miss Beauty Indonesia 2025, sekaligus Miss Hijab Jawa Tengah. Namun, di balik kepiawaiannya di atas panggung, kemampuan bicaranya berawal dari rasa takut dan tangan yang gemetar saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar.
Mahasiswi Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Saizu Purwokerto ini menceritakan, pengalaman pertamanya tampil di depan umum terjadi secara mendadak saat ia diminta menjadi pembawa acara (MC) upacara bendera sewaktu kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah (MI).
βAku hampir mau menangis. Tanganku sudah gemetar dan basah karena masih kecil dan belum bisa,β kenang Septi.
Meski sempat menolak, dorongan dari gurunya membuat Septi akhirnya berani mencoba. Momen tersebut menjadi titik awal yang menumbuhkan minatnya pada dunia public speaking. Sejak SMP hingga SMA, ia aktif mengasah kemampuannya melalui berbagai kegiatan, mulai dari menjadi MC, host, moderator, hingga dipercaya menjadi narasumber di berbagai forum.
Perjalanan Septi berlanjut hingga tingkat nasional ketika ia mengikuti ajang Miss Beauty Indonesia 2025 di Palembang. Selama sepekan di sana, ia harus menjalani seluruh rangkaian seleksi secara mandiri tanpa didampingi keluarga demi efisiensi biaya.
Ia menghadapi berbagai tahapan yang menuntut kemampuan fisik dan pikiran, mulai dari tes tertulis, unjuk kemampuan public speaking, beauty contest, catwalk, hingga tes pengetahuan umum yang menguji kemampuannya merespons berbagai studi kasus sosial secara mendadak.
βBanyak banget rangkaian yang bikin capek secara mental ataupun pikiran. Tapi ya sudah, dijalani saja sampai akhirnya dapat juara,β ungkapnya.
Dalam menghadapi tekanan dan rasa lelah tersebut, Septi selalu memegang tiga prinsip utama: mengingat kembali tujuan awal, termotivasi untuk membanggakan kedua orang tuanya sebagai anak bungsu, serta selektif dalam memilih lingkungan pergaulan agar tetap fokus pada hal-hal positif.
Melalui panggung dan gelar yang diraihnya, Septi aktif menyuarakan isu pemberdayaan perempuan untuk mematahkan stigma bahwa peran perempuan terbatas pada urusan domestik. Ia mendirikan gerakan Speak Up Sister, sebuah ruang edukasi bagi perempuan untuk belajar public speaking, tata cara membawa diri (grooming), hingga meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan pelecehan seksual. Baginya, prinsip hidup yang ia jalani sejalan dengan pesan sang ayah agar manusia senantiasa bermanfaat bagi sesama.
Septi juga menyampaikan pesan penting bagi generasi muda agar tetap percaya diri dan tidak terjebak dalam rasa iri terhadap pencapaian orang lain.
βJangan pernah iri dengan potensi atau pencapaian orang lain, kita justru harus bangga. Setiap orang punya jalannya masing-masing, yang terpenting kita terus bertumbuh dan memberi manfaat untuk sesama,β tutur Septi.
Perjalanan Septi Rahmadani menunjukkan bahwa keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut, melainkan tekad untuk terus melangkah meski diawali dengan keraguan. Dari seorang anak yang gemetar memegang mikrofon hingga menjadi inspirator muda, ia membuktikan bahwa proses dan kerja keras adalah kunci membentuk mental yang tangguh.
Penulis: Rizqina Ayu Kasturi
Editor: Nabila Putri Klarensia
