Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Kisah Dedikasi Kosasih dalam Menjaga Integritas Pendidikan Lewat Keteladanan dan Tanggung Jawab

Posted on September 23, 2026September 23, 2026 by zulfa izaz
Kosasih, S.Pd., M.M. saat memberikan amanat pembina dalam upacara bendera hari Senin di lapangan SMPN 2 Gunungputri, Bogor. (Foto: Gevira Dewi)

GUNUNGPUTRI, SudutNalar – Di tengah heningnya suasana upacara bendera hari Senin, Kosasih, S.Pd., M.M. tampak berdiri tegap di atas podium lapangan upacara SMPN 2 Gunungputri. Berbalut seragam dinas cokelat harian di hadapan pelantang suara, ia menatap barisan ratusan siswa yang menyimak dengan saksama. Suaranya mengalun lugas menyampaikan pesan kedisiplinan dan tanggung jawab, yang menjadi gambaran nyata bahwa kepemimpinan baginya tidak dijalankan dari balik sekat meja birokrasi, melainkan hadir memberi teladan langsung di garda depan.

Bagi pria yang mendedikasikan hidupnya di dunia pendidikan sejak Februari 1998 ini, memimpin sekolah menuntut lebih dari sekadar urusan berkas administratif dan manajerial. Meniti karier dari anak tangga terbawah sebagai guru Bahasa Indonesia di SMPN 1 Megamendung hingga bertahun-tahun membina kesiswaan di SMPN 2 Cibungbulang, Kosasih memahami betul denyut nadi kehidupan sekolah. 

Di tempat tugas keduanya tersebut, ia pernah dipercaya menjadi wali kelas, pembina OSIS, hingga menjabat Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan selama tiga tahun. Pengalaman lapangan itulah yang menempanya hingga lulus seleksi Calon Kepala Sekolah LP2KS Kemdikdasmen pada Maret 2013 dan resmi dipercaya memimpin satuan pendidikan sejak 2017.

Pengabdian berjenjang itu bermuara pada tanggung jawab besar memimpin SMPN 2 Gunungputri sejak Januari 2024. Namun, di balik amanah yang diembannya, Kosasih melihat tantangan nyata ketika posisi tawar para guru kerap tersudut oleh maraknya fenomena kriminalisasi dan laporan hukum sepihak dari pihak luar saat sekolah menegakkan tata tertib. Dalam situasi genting tersebut, ia memilih tidak berpangku tangan demi mencari aman, melainkan siap pasang badan memberikan perlindungan dan pendampingan penuh bagi rekan sejawatnya.

“Saat orang tua siswa menghakimi dan mengkriminalisasi guru, tidak ada seorang pendidik pun yang sengaja berniat menyakiti siswanya. Dasarnya semata-mata supaya mereka sadar dan tidak mengulanginya lagi. Sebagai kepala sekolah, saya siap berhadapan dengan ranah hukum,” tegas Kosasih.

Keberanian mengambil risiko itu berakar dari kompas batin yang selalu ia pegang teguh: berani berbuat harus berani bertanggung jawab. “Saya memegang teguh prinsip bahwa siapa yang berani menabur angin, ia harus siap-siap menuai badai,” ungkapnya lugas mengenai komitmen sumpah setia sebagai aparatur sipil negara yang pantang berkompromi saat membela kebenaran profesi pendidik.

Prinsip tersebut ia lengkapi dengan pedoman “3T” setiap kali menghadapi situasi rumit atau benturan kepentingan di lingkungan sekolah. Baginya, ujian dan cobaan tidak akan melampaui batas kemampuan manusia jika disikapi dengan kepala dingin. “Hadapi masalah dengan 3T: Tenang, Tegas, dan insyaallah akan Terkendali,” tuturnya mengenai ketenangan sikap dalam mengambil keputusan penting.

Kendati bersikap pantang gentar menghadapi tekanan dari luar, pendekatan Kosasih terhadap para siswa justru dilakukan secara persuasif dan penuh rasa welas asih. Menghadapi dinamika remaja usia belasan tahun yang akrab dengan media sosial dan tantangan fokus belajar, ia menolak keras pola pendisiplinan represif maupun tindakan yang melukai mental anak didik. Disiplin ditanamkan dengan prinsip memanusiakan manusia.

“Prinsip yang paling utama adalah keteladanan yang diwujudkan dalam sikap dan perbuatan pribadi. Kepala sekolah adalah figur publik, setiap gerak, ucapan, perbuatan, dan tutur kata harus menjadi contoh teladan yang baik agar semua warga sekolah taat dan disiplin,” jelasnya seraya berpesan kepada generasi muda bahwa masa depan sepenuhnya ditentukan oleh sikap dan perilaku hari ini.

Di balik dorongan penguatan metode pembelajaran berbasis digital, nurani Kosasih justru paling tersentuh oleh dedikasi senyap di ruang kelas. Ia mengenang momen berharga ketika seorang guru di sekolahnya dengan penuh kesabaran membimbing seorang anak berkebutuhan khusus dari titik nol. Tanpa kenal lelah, sang pendidik duduk mendampingi hari demi hari, menuntun jemari anak tersebut membuat goresan huruf hingga akhirnya sang murid mampu membaca dan menulis secara mandiri.

“Di situ ada seorang guru yang dengan penuh kesabaran, perjuangan, dan pengorbanan mengajarkan anak menulis dan membaca sampai akhirnya anak itu bisa,” kenang Kosasih haru.

Ketika kelak masa purnatugas tiba, jejak yang paling ingin ia tinggalkan di benak warga sekolah bukanlah tumpukan piagam penghargaan, melainkan kerukunan dan jalinan silaturahmi yang kokoh. Ia berpesan agar para siswa terus menuntut ilmu setinggi bintang di langit, tidak pernah lupa berdoa, serta memiliki ketahanan fisik dan mental yang kuat.

Bagi Kosasih, manusia adalah makhluk sosial yang harus saling menghargai dan menjaga tutur kata agar dapat hidup berdampingan tanpa permusuhan. Selama nilai kemanusiaan dan kejujuran terus ditegakkan, ia bertekad menjaga sekolah tetap menjadi rumah yang aman bagi guru untuk mengabdi dan bagi siswa untuk bertumbuh.

Reporter: Gevira Dewi | Editor: Hayudya Komalashinta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme