Penulis: Nafasha Dhani Artika Putri
Editor: Nadhif Syarafina

Banjarnegara, 19 September 2026 – Perjalanan panjang dari bangku kuliah hingga menjadi aparatur sipil negara dilalui Novia Antari (28) dengan penuh perjuangan. Bidan kelahiran Banyumas, 6 November 1997 ini kini bertugas sebagai bidan pegawai negeri sipil (PNS) di Puskesmas Banjarmangu 2.
Novia memulai pendidikan kebidanannya pada 2015 di Program D3 Kebidanan Poltekkes Kemenkes Semarang Kampus Purwokerto. Pada 2018, ia melanjutkan ke jenjang D4 Kebidanan di Poltekkes Kemenkes Semarang Kampus Magelang, kemudian menempuh pendidikan profesi kebidanan di kampus pusat di Semarang dan lulus pada 2020.
Selama kuliah, Novia harus terus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru karena dari awal hingga akhir ia menempuh pendidikan di kampus yang berbeda-beda. Tantangan lain datang saat ujian praktik klinik, ketika ia harus mencari pasien sendiri untuk keperluan ujian. Setelah lulus, Novia tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan pekerjaan.
“Alhamdulillah Allah Maha Baik, saya lulus tahun 2020 dan bisa mendapatkan pekerjaan di tahun yang sama,” ujar Novia dalam wawancara.
Ia kemudian ditugaskan sebagai bidan desa. Pengalaman itu menjadi yang paling berkesan baginya karena ia harus melayani banyak pasien dengan berbagai macam karakter. Pada 2020 pula, Novia mulai mengikuti proses seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk menjadi bidan PNS.
Tantangan terbesarnya saat itu adalah statusnya yang masih kuliah dan belum diwisuda, tetapi ia sudah harus mengurus persyaratan pendaftaran CPNS. Novia mempersiapkan diri dengan belajar dan membaca soal setiap hari. Usahanya membuahkan hasil, ia lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di peringkat 8. Ia lalu kembali belajar materi kesehatan dan kebidanan hingga akhirnya lolos seleksi dengan peringkat 2.
Kini, sebagai bidan PNS di puskesmas, Novia mengaku pekerjaannya tidak hanya seputar pelayanan kebidanan. “Karena kerja di puskesmas, jadi banyak sekali laporan yang harus dikerjakan, tidak hanya soal kebidanan saja,” tuturnya.
Meski demikian, Novia menilai capaiannya saat ini bukan semata-mata hasil kemampuan dirinya. “Berada di posisi ini bukan karena saya yang hebat, tetapi karena doa kedua orang tua saya yang kuat,” ungkap Novia.
Kisah Novia menunjukkan bahwa perjalanan menjadi seorang bidan membutuhkan ketekunan, kerja keras, dan doa orang tua. Berbagai tantangan sejak bangku kuliah hingga proses seleksi CPNS ia lalui dengan belajar dan terus berusaha.
