Oleh: Tsany Putri Hardiyanti

BANJAR PATROMAN, SUDUTNALAR- Di tengah kendaraan yang keluar-masuk Rumah Makan Mergosari, Pak Sutomo berdiri di tepi jalan dengan rompi hijau terang yang melekat di tubuhnya. Tangannya sesekali terangkat memberi aba-aba kepada pengendara yang hendak memarkirkan kendaraan. Di sampingnya, sebuah tas kecil tersampir di pinggang, menjadi bagian dari perlengkapannya saat bekerja.
Usianya 57 tahun. Namun, bertambahnya usia tidak membuat Sutomo memilih untuk berhenti bekerja. Selama 12 tahun, ia menjalani pekerjaan sebagai tukang parkir. Panas matahari dan kendaraan yang datang silih berganti telah menjadi bagian dari kesehariannya.
Ketika sebuah mobil memasuki area rumah makan, Sutomo segera mendekat. Ia mengarahkan kendaraan menuju tempat yang tersedia. Saat pengunjung selesai makan dan hendak pulang, ia kembali membantu mengatur kendaraan agar dapat keluar dengan aman.
Pekerjaan tersebut terlihat sederhana. Namun, bagi Sutomo, menjadi tukang parkir merupakan cara untuk tetap memperoleh penghasilan sekaligus mempertahankan kemandirian di usia senja.
Dalam sehari, penghasilan yang diperoleh Sutomo berkisar Rp50 ribu hingga Rp150 ribu. Ketika kondisi rumah makan sedang ramai, penghasilannya bahkan dapat mencapai Rp300 ribu dalam sehari.
Jumlah tersebut memang tidak selalu sama. Ramainya pengunjung menjadi salah satu faktor yang menentukan pendapatannya. Semakin banyak kendaraan yang datang, semakin besar pula penghasilan yang bisa ia bawa pulang.
Meski memiliki tiga anak yang semuanya telah dewasa dan sukses, Sutomo tetap memilih bekerja. Ia tidak ingin masa tuanya hanya dihabiskan dengan meminta uang kepada anak-anaknya.
Baginya, selama tubuh masih mampu bekerja, ia ingin berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri.
βAnak-anak saya sudah besar dan semuanya sudah sukses. Mereka sebenarnya sudah melarang saya untuk bekerja, tetapi saya tidak ingin membebani mereka. Selama masih mampu, saya ingin tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan saya dan istri.β Ungkapnya.
Keputusan tersebut bukan berarti anak-anaknya tidak memperhatikan dirinya. Sutomo justru ingin menunjukkan bahwa dirinya masih mampu berdiri sendiri. Bekerja menjadi bentuk kemandirian yang ingin terus dipertahankannya.
Selama 12 tahun menjadi tukang parkir, Sutomo telah terbiasa menghadapi berbagai kondisi. Ada hari ketika pengunjung datang ramai dan penghasilannya meningkat. Ada pula saat kondisi lebih sepi sehingga pendapatannya tidak sebanyak biasanya.
Namun, ia tetap menjalani rutinitas yang sama.
Pagi hingga siang, ia berada di sekitar area parkir. Kendaraan datang dan pergi, sementara Sutomo terus menjalankan tugasnya. Sesekali ia harus berjalan menghampiri kendaraan yang baru tiba. Di waktu lain, ia berdiri menunggu pengunjung yang hendak meninggalkan rumah makan.
Bagi pengunjung, sosoknya mungkin hanya terlihat sebagai seorang tukang parkir yang membantu mengatur kendaraan. Tetapi di balik rompi hijau yang dikenakannya, terdapat perjuangan seorang ayah untuk tetap mandiri meskipun ketiga anaknya telah berhasil menjalani kehidupan masing-masing.
βKalau ada rezeki lebih, sesekali saya juga masih mengirim uang kepada anak-anak, meskipun tidak seberapa. Yang penting saya masih bisa membantu,β tutur Pak Sutomo.
Penghasilan dari parkir mungkin tidak selalu besar dan tidak selalu dapat dipastikan jumlahnya. Namun, setiap lembar uang yang diperoleh Sutomo merupakan hasil dari waktu dan tenaga yang ia keluarkan sepanjang hari.
Ketika rumah makan mulai lebih lengang, kendaraan yang terparkir pun perlahan berkurang. Sutomo masih berada di tempatnya. Ia menunggu kemungkinan kendaraan lain datang, sambil tetap memperhatikan kondisi sekitar.
Di usia 57 tahun, Sutomo memilih untuk tidak sepenuhnya menggantungkan hidup kepada tiga anaknya yang telah sukses. Ia memilih tetap bekerja selama masih mampu, meskipun pekerjaannya menuntutnya berdiri di bawah terik matahari dan menghadapi lalu lintas kendaraan setiap hari.
Bagi Sutomo, menjadi tukang parkir bukan sekadar menjaga kendaraan para pengunjung. Pekerjaan tersebut menjadi caranya untuk tetap mandiri dan memperoleh penghasilan. Selama masih mampu bekerja, ia memilih untuk terus berusaha daripada sepenuhnya bergantung kepada anak-anaknya.
