AJIBARANG – Di tengah aktivitas jual beli yang berlangsung di Pasar Ajibarang, Kabupaten Banyumas, terdapat pemandangan sederhana yang menggambarkan sisi lain kehidupan masyarakat. Seorang perempuan tampak mengumpulkan sisa bawang dan sayuran yang berada di sekitar lapak pedagang.
Perempuan tersebut berjongkok di lorong pasar sambil memasukkan sayuran yang masih tersisa ke dalam kantong plastik. Aktivitas itu dilakukan ketika para pedagang dan pembeli tetap menjalankan kegiatan masing-masing. Beberapa pedagang terlihat menata barang dagangan, sedangkan pembeli berlalu-lalang melewati lorong pasar.
Bagi pedagang, sayuran yang tersisa setelah aktivitas perdagangan dapat menjadi bagian dari barang yang tidak lagi diperjualbelikan. Namun, bagi sebagian masyarakat, bahan pangan yang masih dapat dimanfaatkan memiliki arti tersendiri. Sisa sayuran tersebut masih dapat dikumpulkan dan digunakan sesuai kebutuhan.
Pemandangan tersebut menunjukkan adanya perbedaan nilai terhadap barang yang sama. Sayuran yang bagi pedagang sudah tidak memiliki nilai jual belum tentu kehilangan manfaat bagi orang lain. Hal sederhana yang terjadi di lorong pasar itu menjadi gambaran mengenai bagaimana masyarakat memanfaatkan sesuatu yang masih memiliki kegunaan.
Pasar Ajibarang tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya transaksi jual beli, tetapi juga menjadi ruang yang mempertemukan berbagai kehidupan masyarakat. Di antara aktivitas pedagang dan pembeli, terdapat cerita-cerita sederhana yang menggambarkan cara masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Perempuan tersebut terus mengumpulkan sisa sayuran satu per satu. Tanpa menjadi pusat perhatian, aktivitasnya menjadi bagian dari suasana pasar yang berlangsung setiap hari. Dari sesuatu yang dianggap tersisa, masih ada manfaat yang dapat ditemukan oleh mereka yang membutuhkannya.
