Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Kenaikan Kurs dan Biaya Impor Picu Harga Merchandise K-Pop Melambung

Posted on September 30, 2026September 30, 2026 by Zidan Diyaaul Haq

Reporter: Hayudya Komalashinta | Editor: Gevira Dewi

Berbagai merchandise K-Pop yang dipasarkan melalui sistem Group Order (GO). Harga merchandise impor mengalami kenaikan akibat pengaruh kurs dan biaya impor. (foto: dokumentasi pribadi)

BANYUMAS, SudutNalar – Harga merchandise K-Pop di Indonesia melonjak dalam beberapa tahun terakhir. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing serta meningkatnya biaya impor menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga berbagai produk K-Pop, mulai dari album hingga lightstick.

Pengelola Group Order (GO) merchandise K-Pop, Nita, mengungkapkan bahwa penetapan harga jual ke konsumen di Indonesia sangat bergantung pada harga liris di Korea Selatan, nilai tukar won terhadap rupiah, serta beban pajak dan bea cukai.

“Yang memengaruhi harga adalah harga dari web di Korea, kurs won ke rupiah, dan pajak dari bea cukai,” ujarnya.

Lonjakan harga ini terlihat jelas pada sejumlah produk populer. Album K-Pop yang sebelumnya dapat dibeli seharga Rp200.000, kini rata-rata menembus angka Rp300.000. Kenaikan serupa juga terjadi pada lightstick yang saat harga rilis awal yang berkisar Rp720.000 naik menjadi Rp780.000 hanya dalam tempo sepekan.

(foto: dokumentasi pribadi)

“Semakin rupiah melemah, harga merchandise tentu semakin mahal,” tutur Nita.

Kenaikan harga ini turut memengaruhi minat beli konsumen. Menurut Nita, calon pembeli kini berpikir ulang sebelum memutuskan bertransaksi.

“Banyak konsumen yang mempertimbangkan kembali pesanannya, hingga akhirnya batal membeli,” tambahnya.

Dampak kenaikan harga tersebut dirasakan langsung oleh para penggemar. Salah seorang penggemar, Miva, mengaku kini jauh lebih selektif dan rutin membandingkan harga dari berbagai penjual.

“Saya jadi lebih banyak berpikir dan selektif mencari harga yang lebih terjangkau. Sebelum membeli, saya bandingkan dulu harga dari beberapa GO atau grup jual-beli,” jelasnya.

Hal serupa diungkapkan oleh Dyra. Ia menuturkan bahwa kenaikan harga membuatnya tidak lagi membeli merchandise secara impulsif seperti sebelumnya.

“Dulu saya bisa mengoleksi satu seri photocard lengkap untuk semua anggota member, tetapi sekarang hanya memilih yang benar-benar diinginkan agar tidak boros,” ungkapnya.

Sementara itu, Dyandra memilih menyisihkan dana lebih awal sebelum membeli barang incarannya.

“Karena harganya terus melambung beberapa merchandise impian kini harus dibeli dengan menabung terlebih dahulu,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme