Reporter: Hayudya Komalashinta | Editor: Gevira Dewi

BANYUMAS, SudutNalar – Harga merchandise K-Pop di Indonesia melonjak dalam beberapa tahun terakhir. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing serta meningkatnya biaya impor menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga berbagai produk K-Pop, mulai dari album hingga lightstick.
Pengelola Group Order (GO) merchandise K-Pop, Nita, mengungkapkan bahwa penetapan harga jual ke konsumen di Indonesia sangat bergantung pada harga liris di Korea Selatan, nilai tukar won terhadap rupiah, serta beban pajak dan bea cukai.
“Yang memengaruhi harga adalah harga dari web di Korea, kurs won ke rupiah, dan pajak dari bea cukai,” ujarnya.
Lonjakan harga ini terlihat jelas pada sejumlah produk populer. Album K-Pop yang sebelumnya dapat dibeli seharga Rp200.000, kini rata-rata menembus angka Rp300.000. Kenaikan serupa juga terjadi pada lightstick yang saat harga rilis awal yang berkisar Rp720.000 naik menjadi Rp780.000 hanya dalam tempo sepekan.

“Semakin rupiah melemah, harga merchandise tentu semakin mahal,” tutur Nita.
Kenaikan harga ini turut memengaruhi minat beli konsumen. Menurut Nita, calon pembeli kini berpikir ulang sebelum memutuskan bertransaksi.
“Banyak konsumen yang mempertimbangkan kembali pesanannya, hingga akhirnya batal membeli,” tambahnya.
Dampak kenaikan harga tersebut dirasakan langsung oleh para penggemar. Salah seorang penggemar, Miva, mengaku kini jauh lebih selektif dan rutin membandingkan harga dari berbagai penjual.
“Saya jadi lebih banyak berpikir dan selektif mencari harga yang lebih terjangkau. Sebelum membeli, saya bandingkan dulu harga dari beberapa GO atau grup jual-beli,” jelasnya.
Hal serupa diungkapkan oleh Dyra. Ia menuturkan bahwa kenaikan harga membuatnya tidak lagi membeli merchandise secara impulsif seperti sebelumnya.
“Dulu saya bisa mengoleksi satu seri photocard lengkap untuk semua anggota member, tetapi sekarang hanya memilih yang benar-benar diinginkan agar tidak boros,” ungkapnya.
Sementara itu, Dyandra memilih menyisihkan dana lebih awal sebelum membeli barang incarannya.
“Karena harganya terus melambung beberapa merchandise impian kini harus dibeli dengan menabung terlebih dahulu,” ujarnya.
