Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Keindahan Tersembunyi Curug Telu: Tiga Air Terjun dalam Satu Kawasan di Baturraden

Posted on September 15, 2026September 15, 2026 by athaya qila

sudutnalar.com, 11 September 2026

Pesona aliran utama Curug Telu di Baturraden yang memiliki tiga air terjun dalam satu kawasan. (Dok faizal)

PURWOKERTO, SUDUT NALAR – Terletak di Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden, Curug Telu menawarkan pengalaman wisata air terjun yang menenangkan dan sarat pesona alami. Berbeda dengan kebanyakan lokasi curug yang hanya menampilkan satu aliran, Curug Telu sesuai namanya yang berarti “tiga” dalam bahasa Jawa menyuguhkan keindahan tiga air terjun sekaligus di dalam satu kawasan.

Sejak melangkah memasuki kawasan lembah, pengunjung langsung disambut oleh panorama alam yang asri. Aliran air terjun utama meluncur deras dari tebing batu yang kokoh dan bermuara di kolam alami berair jernih kehijauan. Vegetasi hijau yang rimbun, mulai dari aneka tanaman pakis hingga sulur liana, menyelimuti dinding-dinding tebing dan mempertegas atmosfer hutan tropis yang sejuk. 

Di tepi kolam, bebatuan kali berukuran sedang hingga besar berserakan secara alami, menjadi titik favorit wisatawan untuk duduk bersantai maupun mengabadikan momen. Jauh dari kebisingan kota, suasana hening yang hanya diselingi deburan air dan suara satwa hutan menjadikannya tempat ideal untuk melepas penat. 

Satu Lokasi, Tiga Air Terjun, dan Fungsi Ganda

Keunikan Curug Telu tidak semata terletak pada jumlah alirannya, tetapi juga kedekatan jarak antarketiganya. Wisatawan dapat mengeksplorasi seluruh titik dalam waktu singkat. Setiap air terjun memiliki karakteristik tersendiri, mulai dari yang berarus deras hingga aliran yang jatuh lebih tenang di celah bebatuan.

Salah satu aliran  Curug Telu yang jatuh dari tebing tinggi menuju kolam alami di dasarnya, salah satu dari tiga air terjun di kawasan ini. (Dok Faizal)
Salah satu dari tiga air terjun di kawasan Curug Telu, dengan aliran yang lebih tenang dan jatuh di antara bebatuan besar. (Dok Faizal

Di balik panorama eksotis tersebut, Curug Telu menyimpan cerita tentang keharmonisan antara pariwisata dan kehidupan agraris warga setempat. Hal ini terungkap dari penuturan Ibu Sari seorang pedagang yang telah bertahun-tahun berjualan di kawasan wisata tersebut. 

Menurut Bu Sari, debit air yang mengalir di ketiga curug tidak sepenuhnya dipusatkan untuk atraksi wisata semata. 

“Meski terlihat indah, aliran air di sini sebenarnya dibagi, Mas,” ungkap Bu Sari. “Sebagian besar debit air yang terlihat, terutama yang sedang ini, dialirkan untuk mengairi sawah-sawah warga di desa-desa bawah. Jadi, curug ini bukan hanya untuk rekreasi, tapi juga sumber kehidupan bagi pertanian.” 

Fakta ini memberikan sudut pandang baru. Lanskap yang dinikmati wisatawan nyatanya merupakan bagian dari urat nadi irigasi warga. Sebuah bentuk tata kelola alam yang bijak, di mana kebutuhan rekreasi dan ketahanan pangan berjalan berdampingan tanpa saling meniadakan. 

“Kami, para pedagang, dan juga warga desa, sangat bergantung pada aliran air ini. Jika pariwisata berjalan baik, kami juga terbantu. Dan jika pertanian berjalan lancar, ekonomi desa juga stabil,” tambah Bu Sari. 

Fasilitas dan Aksesibilitas

Dari pusat Kota Purwokerto, kawasan ini dapat dijangkau dalam waktu sekitar 30 hingga 45 menit berkendara menyusuri jalur perbukitan yang menyuguhkan pemandangan sawah terasering. 

Setibanya di lokasi, fasilitas penunjang tergolong cukup memadai, mencakup area parkir kendaraan, toilet umum, musala, dan warung-warung kuliner tradisional. Dari area parkir menuju titik air terjun, pengunjung perlu menuruni jalur anak tangga batu sekitar 5–10 menit, sehingga disarankan mengenakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin. 

Bagi para pencinta wisata alam, Curug Telu bukan sekadar pelepas lelah di akhir pekan, melainkan cerminan nyata tentang bagaimana manusia dan alam dapat hidup selaras saling menghidupi. 

Penulis : Mohammad Faizal Ramadhani
Penyunting : Bakhrie Muhammad Noor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme