Sudutnalar.com, 11 September 2026

BANYUMAS, sudut nalar – Curug Carang merupakan wisata air terjun yang berlokasi di Desa Kemutug Kidul, Kecamatan Baturraden. Curug Carang menghadirkan panorama air terjun alami yang jatuh dari bebatuan setinggi 40 meter. Dengan tiket yang terjangkau Rp5.000 pengunjung dapat menikmati Suasana tenang gemericik air yang jatuh dari atas di tengah hutan hijau alami menjadikan lokasi destinasi yang memikat bagi pencinta alam.

Suasana air terjun menawarkan keindahan alami berupa aliran deras dari tebing berbatu yang jatuh ke kolam di bawahnya. suasana sejuk dan kabut tipis di sekitar lokasi membuat lupa dengan waktu karena keindahannya yang belum tentu bisa di nikmati di kota kota besar. untuk mencapai air terjun, pengunjung perlu berjalan kaki sekitar 10-15 menit dari area parkir. Jalur trekking yang relatif mudah di jangkau dan aman dengan di kelilingi pepohonan yang rindang, memberikan pengalaman menyatu dengan alam.
Fasilitas di sekitar lokasi cukup lengkap. Area parkir tersedia dengan pengamanan yang baik, sehingga pengunjung tidak perlu khawatir meninggalkan kendaraan. Selain itu, terdapat warung-warung kecil yang menjual makanan ringan dan minuman, menjadikan perjalanan semakin nyaman. Harga tiket masuk yang hanya Rp5.000 membuat destinasi ini ramah di kantong, terutama bagi wisatawan lokal maupun pelajar.
Ulasan:
Curug ini bukan hanya sekadar air terjun, tapi juga ruang bagi seseorang untuk melepas penat. Dengan tiket masuk Rp5.000, pengunjung sudah bisa menikmati suasana alami yang masih terjaga. Jalur trekking sekitar 10–15 menit dari area parkir membuat perjalanan terasa seperti petualangan kecil, dikelilingi hutan yang rimbun.
Fasilitas di sekitar lokasi juga cukup mendukung. Area parkir aman, ada warung-warung yang menyediakan jajanan dan minuman, sehingga wisatawan bisa beristirahat setelah menikmati segarnya air curug. Banyak pengunjung mengatakan bahwa suara gemericik air dan kabut tipis di sekitar kolam membuat mereka merasa lebih rileks, seolah berada jauh dari hiruk pikuk kota.
Penulis : M Wildan Burhanuddin
Editor : Hanif Abrar Arha
