
Kapal induk Giuseppe Garibaldi. (Foto: Seaforce.org)
BANYUMAS, SUDUTNALAR βΒ Kapal induk Giuseppe Garibaldi perlu dimodernisasi agar mesin, teknologi, dan perlengkapannya selaras dengan doktrin operasi TNI AL serta kondisi maritim tropis Indonesia. Hal itu ditegaskan Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Muhammad Ali. Kapal buatan Italia ini direncanakan berpangkalan di Lampung dengan nama KRI Sriwijaya-100.
Untuk menyiapkan langkah tersebut, PT PAL Indonesia (Persero) mematangkan kemampuan perawatan, perbaikan, dan overhaul (maintenance, repair and overhaul/MRO) serta modernisasi kapal. Kesiapan ini disebut sebagai bekal untuk menyesuaikan kapal induk itu dengan kebutuhan operasional TNI AL.
CEO PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menjelaskan bahwa modernisasi tidak bisa dikerjakan sembarangan. Menurutnya, pekerjaan harus berangkat dari pemahaman utuh mengenai kondisi kapal saat ini, sistem yang sudah terpasang, dan kebutuhan pengguna, sehingga hasilnya dapat diukur dengan jelas. Ia juga menekankan bahwa memodernisasi kapal yang sudah beroperasi lebih dari empat dekade jauh lebih rumit daripada membangun kapal baru. Teknologi lama yang sudah usang harus diidentifikasi, lalu dipadukan dengan sistem baru.
Karena itu, pekerjaan akan dimulai dari inspeksi dan penilaian kondisi kapal. Tahap berikutnya adalah kajian rekayasa, penentuan lingkup pekerjaan, integrasi sistem, dan diakhiri dengan pengujian serta commissioning. Dalam proses ini, PAL akan bekerja sama dengan Fincantieri, pembangun kapal tersebut, agar kebutuhan modernisasi dapat disesuaikan dengan kondisi nyata kapal.
PAL menyatakan punya modal pengalaman lebih dari 40 tahun di bidang reparasi kapal. Kemampuan itu mencakup perbaikan badan kapal, sistem propulsi, kelistrikan, navigasi, komunikasi, dan sensor, hingga integrasi sistem persenjataan.
Menurut Kaharuddin, kolaborasi dengan pemilik teknologi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia dan penguasaan teknologi industri pertahanan nasional. Penguatan kemampuan MRO dan modernisasi paruh usia (mid-life modernization/MLM) dinilai sebagai bagian dari pengembangan galangan dalam negeri, terutama untuk memperpanjang usia pakai kapal dan menjaga kesiapan operasinya.
Dengan begitu, modernisasi Giuseppe Garibaldi diharapkan tidak berhenti pada perbaikan teknis semata. Kapal ini juga diarahkan agar kemampuannya cocok dengan kebutuhan operasi TNI AL dan karakter perairan Indonesia. Lewat kerja sama dengan Fincantieri, PAL berharap dapat mendukung kebutuhan TNI AL sekaligus memperluas penguasaan rekayasa dan teknologi dalam negeri untuk pemeliharaan dan modernisasi kapal perang.
Sumber: Antara (keterangan PT PAL Indonesia dan KSAL).
Penulis : Bagus Windu Aji
Editor : Aziz Syaifulloh
