Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Kafe Lokal Purwokerto di Tengah Tren WFC: Ramai Pengunjung, Omzet Tipis Tergerus Pengeluaran

Posted on September 30, 2026September 30, 2026 by Zidan Diyaaul Haq
Salah satu kondisi Kafe di Purwokerto, Sumber: Internet

BANYUMAS, SudutNalar β€” Deretan laptop yang menyala, tumpukan buku, dan kabel pengisi daya yang melintang di atas meja menjadi pemandangan yang semakin mudah ditemui di sejumlah kafe di Purwokerto. Kawasan seperti Jalan HR Bunyamin, Grendeng, hingga Karangwangkal yang berada di sekitar pusat aktivitas mahasiswa Unsoed turut diramaikan oleh kafe dan kedai kopi yang menawarkan ruang nyaman untuk bekerja maupun belajar.

Fenomena Work from Cafe (WFC) membuat sejumlah kafe tidak lagi sekadar menjadi tempat berkumpul dan bersantai. Bagi sebagian pengunjung, kafe kini berfungsi sebagai ruang kerja atau tempat mengerjakan tugas selama berjam-jam. Namun, ramainya meja yang terisi tidak selalu berbanding lurus dengan pendapatan yang diterima pengelola kafe.

Kondisi tersebut dirasakan oleh sejumlah pengelola kafe di kawasan kampus Purwokerto. Meski kursi dan meja kerap terisi dari siang hingga malam, nilai transaksi sebagian pengunjung relatif kecil. Tidak sedikit mahasiswa yang menghabiskan waktu berjam-jam hanya dengan membeli satu minuman.

β€œKalau orang lihat dari luar pasti dikira omzet kami melonjak karena parkiran motor penuh terus. Padahal, aslinya cukup berat,” kata Fajar, salah satu pengelola kafe di kawasan Karangwangkal.

Menurut Fajar, persoalan muncul ketika satu meja digunakan dalam waktu lama dengan transaksi yang minim.

β€œSering ada satu meja untuk empat orang cuma diisi satu orang selama lima sampai enam jam, tapi pesanannya cuma es kopi Rp15.000,00. Padahal, biaya operasional seperti AC, listrik, dan Wi-Fi tetap berjalan,” ujarnya.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya tantangan bagi kafe yang menyediakan fasilitas penunjang seperti Wi-Fi, pendingin ruangan, dan akses listrik. Fasilitas yang semula menjadi daya tarik bagi konsumen juga menambah beban operasional ketika durasi penggunaan ruang tidak sebanding dengan nilai transaksi.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah pengelola kafe mulai melakukan penyesuaian untuk menjaga keberlangsungan usaha. Salah satunya dengan membatasi durasi penggunaan Wi-Fi melalui kode voucher yang diberikan berdasarkan nominal transaksi tertentu.

Pengelola lainnya menerapkan batas minimal pembelian bagi pengunjung yang ingin menggunakan meja berukuran besar atau area ber-AC, terutama pada jam-jam ramai. Sementara itu, kafe yang memiliki area cukup luas mulai mempertimbangkan pembagian ruang menjadi zona kerja dan zona santai.

Zona kerja dapat ditujukan bagi pengunjung yang memang membutuhkan fasilitas untuk bekerja atau belajar dalam waktu tertentu, sedangkan zona santai diperuntukkan bagi pelanggan yang datang untuk makan, minum, atau sekadar berbincang.

Langkah tersebut menjadi salah satu bentuk adaptasi pelaku usaha terhadap perubahan pola konsumsi pelanggan. Di satu sisi, mahasiswa tetap menjadi salah satu segmen pasar penting bagi kafe di sekitar kawasan kampus. Di sisi lain, pengelola perlu memastikan penggunaan fasilitas dan ruang tetap sejalan dengan kemampuan bisnis dalam menanggung biaya operasional.

Fenomena WFC dengan demikian memperlihatkan bahwa tingginya jumlah pengunjung tidak selalu mencerminkan tingginya pendapatan. Bagi kafe lokal di Purwokerto, tantangannya bukan sekadar mendatangkan pelanggan, tetapi menjaga agar setiap meja yang terisi tetap mampu menopang biaya operasional. Pada akhirnya, secangkir kopi yang menemani mahasiswa bekerja berjam-jam juga menjadi bagian dari perhitungan keberlangsungan bisnis kafe.

Penulis berita    : Assifa Sahra Isna Niansyah

Editor berita      : Aniqotul Lutfiyah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme