Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Ibu Rumiyati: Sosok di Balik Perjalanan Warung Makan Mbak Rum

Posted on September 22, 2026September 24, 2026 by shafrifa aulia
Foto Ibu Rumiyati, Pemilik Warung Makan Mbak Rum
(Dok: Salsabilla Dewi Aulia)

CILACAP, SUDUTNALAR – Ibu Rumiyati pernah bermimpi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah lulus SMA, tetapi kondisi ekonomi membuat langkahnya berubah. Beliau kemudian memilih meneruskan usaha warung makan milik ibunya yang saat itu masih kecil dan sepi. Kini, “Warung Makan Mbak Rum” yang dirawatnya selama bertahun-tahun telah berkembang dan dikenal oleh berbagai pelanggan hingga luar daerah.

Warung makan tersebut telah berdiri sejak 1978, ketika Ibu Rum masih berusia lima tahun. Saat itu, warung yang dikelola ibunya masih kecil dan sederhana. Sejak masih bersekolah, Ibu Rum sudah terbiasa membantu kegiatan di warung, mulai dari berbelanja kebutuhan hingga memasak. Setelah lulus SMA pada 1992, keinginannya untuk melanjutkan pendidikan harus terhenti karena ayahnya memasuki masa pensiun sehingga kondisi keuangan keluarga menjadi kendala.

Ibu Rum mulai mengelola warung makan tersebut pada tahun 2000-an atas dorongan orang tuanya. “Daripada tidak menjadi pegawai, mending mengurus warung makan saja,” menjadi pesan yang mendorong Ibu Rum meneruskan usaha tersebut.

Awal mula dikelola oleh Ibu Rum, warung makan tersebut masih tergolong sepi dan jarang didatangi pembeli. Kondisi itu membuatnya memikirkan berbagai cara agar usaha keluarganya tetap bertahan. Ibu Rum kemudian mulai melakukan perubahan. Beliau memperlebar warung, mengubah sistem penyajian dari porsi menjadi prasmanan, serta menambahkan menu-menu buatannya sendiri. Perubahan tersebut dilakukan secara bertahap sambil terus mempertahankan cita rasa makanan tradisional Jawa. Menurut beliau, makanan tradisional Jawa memiliki cita rasa yang dapat diterima berbagai kalangan.

Warung makan yang dahulu hanya didatangi pengemudi truk dan sepeda motor, kini mulai dikenal oleh banyak orang. Pengunjung pun datang dari berbagai daerah. Bahkan, ada pelanggan dari Yogyakarta yang kemudian mengenalkan warung tersebut kepada kerabatnya.

Perkembangan itu menjadi salah satu bagian yang paling berkesan bagi Ibu Rum. Beliau menyaksikan sendiri perubahan warung yang dahulu kecil dan sepi hingga berkembang dan semakin dikenal banyak orang.

“Dari seorang anak yang pengin kuliah tapi terhalang biaya, sedangkan kakak saya pegawai semua. Alhamdulillah sekarang warung makan bisa berkembang,” ungkapnya.

Di sela kesibukan mengelola warung makan, Ibu Rum juga mengelola kebun durian dan memelihara bebek. Telur yang dihasilkan dari ternak tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warung.

Dalam menjalani kehidupan dan usahanya, Ibu Rum berpegang pada prinsip, “Bismillah, lillahi ta’ala, percaya kepada Allah dan tidak usah takut,” ujarnya. Pesan lain dari orang tuanya yang masih beliau pegang hingga kini adalah agar warung tetap dibuka dalam keadaan apa pun.

Bagi Ibu Rum, kesuksesan tidak hanya dilihat dari perkembangan usaha. Keluarga yang tenteram, anak-anak yang menurut, serta kemampuan membangun usaha dari kecil hingga berkembang merupakan bentuk kesuksesan yang disyukuri. Beliau juga senang dapat berbagi kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar dari hasil menyisihkan keuntungan yang didapatkan.

“Kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan, Allah yang menentukan. Semua perjalanan kalau kita pengen sukses memang ada susahnya dulu. Perjuangan yang dijalani pasti nanti akan ada hasilnya,” tutur Ibu Rum.

Perjalanan Ibu Rum menjadi bukti bahwa jalan hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana. Keinginannya untuk melanjutkan pendidikan memang tidak tercapai, tetapi beliau menemukan jalan lain melalui usaha yang diwariskan keluarganya. Dari sebuah warung kecil, beliau belajar bertahan, berusaha, dan perlahan membangun usaha hingga dikenal banyak orang.

Penulis: Salsabilla Dewi Aulia

Editor: Valen Rostantina (J1D025134)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme