Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Jejak Cinta Lingkungan Warga Purwokerto Seusai Sorak-Sorai Nobar

Posted on Oktober 8, 2026Oktober 8, 2026 by jejakpersepsi@gmail.com
Warga Purwokerto tertib menyerahkan sampah ke petugas kebersihan seusai nobar Timnas Indonesia.
Sumber Foto: Internet

BANYUMAS, SUDUTNALAR – Kerumunan warga di Alun-Alun Purwokerto mulai berkurang seiring malam yang semakin larut. Rasa tegang saat menonton pertandingan sengit antara Timnas Indonesia melawan Thailand perlahan berubah menjadi rasa lega setelah Indonesia berhasil menang lewat adu penalti. Sorak-sorai riuh dari ribuan penonton berganti dengan langkah kaki warga yang bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing. Namun, setelah acara selesai, ada pemandangan menarik di pinggir jalan, bukannya langsung pulang dan membiarkan sampah berserakan, ribuan warga justru berbaris rapi mengantre. 

Satu unit truk sampah milik pemerintah daerah sudah bersiaga di sudut jalan. Dari atas truk, seorang petugas kebersihan berpakaian hijau dengan cepat menerima kantong-kantong sampah yang disodorkan oleh warga satu per satu. Tanpa perlu diminta atau disuruh, para penonton dengan tertib berdiri mengantre sambil membawa plastik, alas duduk, wadah makanan, dan botol bekas milik mereka. Suasana ini memperlihatkan kerja sama yang sangat baik antara masyarakat dan petugas kebersihan dalam menjaga kebersihan tempat umum. 

Di tengah barisan antrean yang panjang tersebut, seorang pemuda tampak memungut sisa-sisa sampah plastik di sekitarnya sebelum berjalan ke arah truk. Ia memilih menunda kepulangannya sebentar demi memastikan tempat duduknya kembali bersih seperti semula. Aksi spontan ini ia lakukan bersama teman-temannya sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar. 

“Sebagai warga Purwokerto, menjaga kenyamanan kota ini tentu sudah menjadi kewajiban bersama,” ujar pemuda tersebut di lokasi. “Walaupun hanya dua sampai empat kantong sampah yang bisa saya ambil dan buang ke truk, setidaknya ini bantuan kecil kita untuk menjaga kebersihan alun-alun,” katanya menambahkan. Ia merasa tersentuh melihat kerja keras para petugas kebersihan yang tetap bersiaga hingga larut malam di tengah ramainya penonton. 

Tidak jauh dari barisan itu, aksi serupa juga dilakukan oleh kelompok penonton lainnya. Tanpa perlu saling kenal, warga yang tadinya bersorak bersama di lapangan rumput saling bantu mengumpulkan botol dan bungkus makanan ke dalam kantong plastik sebelum beranjak pulang. Beberapa anak muda bahkan terlihat menyisir area sekitarnya untuk memastikan tidak ada sisa bungkus makanan yang tertinggal di rumput. 

Sikap tertib warga ini ternyata bukan kejadian kebetulan. Dari beberapa acara nonton bareng yang pernah diadakan di Alun-Alun Purwokerto, kepedulian warga dalam mengumpulkan sampah sendiri memang terus membaik. Kesadaran ini tumbuh karena rasa memiliki dan tanggung jawab bersama untuk tidak mengotori tempat umum setelah merayakan kemenangan. 

“Pada acara nobar sebelumnya, pemandangan seperti ini sebenarnya sudah mulai terlihat,” tutur salah seorang warga di lokasi. “Penonton membawa sampah mereka sendiri ke truk pengangkut. Ada rasa bangga karena warga mulai sadar dan tidak melimpahkan semua tugas kebersihan kepada petugas,” ungkapnya. 

Kehadiran truk sampah di lokasi yang tepat sangat membantu warga untuk membuang sampah dengan mudah. Pihak pengelola kota yang menyiapkan tempat penampungan di tepi jalan membuat warga tidak perlu bingung mencari tempat membuang sampah. Masalah sampah yang biasanya menumpuk setelah acara ramai, malam itu bisa diselesaikan dengan rapi berkat kerja sama warga dan petugas di lapangan. 

Proses pembersihan yang berlangsung cepat ini juga membuat lalu lintas dan suasana alun-alun bisa kembali tertata dalam waktu singkat. Para petugas kebersihan yang biasanya harus bekerja hingga dini hari untuk menyapu sisa sampah keramaian kini sangat terbantu oleh bantuan langsung dari para penonton. 

Bagi warga Purwokerto, membersihkan sampah seusai acara bukan sekadar kegiatan bersih-bersih biasa. Langkah sederhana ini menjadi bukti nyata bahwa warga Purwokerto adalah masyarakat yang peduli, ramah, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan mereka. Kebiasaan baik yang terus dijaga ini menjadi contoh positif bagi kota-kota lainnya saat menggelar acara besar di tempat umum. 

Saat layar besar nobar sudah mati dan suasana alun-alun mulai sepi, Alun-Alun Purwokerto kembali bersih dan tertata rapi. Pemandangan malam itu memberikan pesan penting: rasa bangga atas kemenangan Timnas di lapangan sepak bola terasa semakin lengkap dengan sikap tertib warga dalam merawat kota mereka sendiri. 

Penulis: Ardita Nadine Aulya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme