Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Jatuh Bangun 30 Tahun Mengabdi, Bidan Juminah Tetap Melayani Dengan Sepenuh Hati

Posted on September 22, 2026September 22, 2026 by Ardita Nadine

Penulis: Nadhif Syarafina

Editor: Natasha Dhani Artika Putri

Sumber: Bidan Juminah

Banjarnegara, 18 September 2026- Selama lebih dari 30 tahun mengabdi menjadi bidan, Juminah telah melewati berbagai rintangan dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat. 

Juminah memulai pengabdiannya pada tahun 1995 di Desa Kalidesel, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo. Saat itu desa tersebut masih terpencil dengan fasilitas kesehatan yang kurang memadai, untuk menjangkau pasien ia harus berjalan kaki melewati akses jalan desa yang sulit.

Setelah menikah, pada tahun 1998 ia dipindahtugaskan ke Desa Mbeji, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara. Di desa tersebut ia harus kembali melewati akses jalan yang sulit karena jalan sempat terputus dan harus berjalan kaki untuk menjangkau pasien dengan kondisi hamil besar.

“Waktu itu, akses jalannya sangat sulit. Untuk menemui pasien, saya harus berjalan kaki dalam keadaan hamil besar karena kendaraan tidak bisa masuk,” tutur Juminah dalam wawancara.

Berlanjut pada tahun 2001, Juminah memutuskan mengundurkan diri karena masalah internal. Namun, surat pengunduran dirinya ternyata tidak disetorkan oleh Dinas Kesehatan. Akibatnya, surat keputusan atau SK pengunduran diri tidak pernah turun. Selama tiga bulan, Juminah tidak bekerja karena mengira dirinya telah resmi mengundurkan diri.

Setelah mengetahui bahwa pengunduran tersebut tidak diproses, ia akhirnya kembali diminta menjalankan tugas sebagai bidan desa di kantor Desa Kesenet, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara.

Juminah kemudian diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) pada 2006. Setahun kemudian, ia dipindahkan ke Puskesmas Banjarmangu 1 dan masih bekerja di sana hingga sekarang. Sementara itu, tugasnya sebagai bidan desa Kesenet berlangsung hingga 2014.

Selama bertugas, Juminah melayani masyarakat termasuk membantu persalinan di rumah-rumah warga. Ia juga memberikan pemeriksaan kepada ibu hamil, memantau kesehatan ibu dan bayi, serta membuka praktik kebidanan dan kesehatan dirumah untuk mendampingi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Bagi Juminah, berbagai kesulitan yang dialaminya merupakan bagian dari perjalanan pengabdian. Ia berpesan agar setiap orang selalu bersyukur karena tidak semua orang memperoleh kesempatan untuk bekerja.

“Jalani dan nikmati pekerjaan dengan ikhlas. Selama bekerja, kita harus melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” pesan Juminah.

Kisah Juminah menunjukkan bahwa pengabdian seorang bidan tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga ketekunan, kesabaran, dan ketulusan. Selama puluhan tahun, ia tetap memilih hadir bagi masyarakat meskipun harus menghadapi berbagai halangan dan rintangan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme