Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Jantung Kota Satria: Alun-Alun Purwokerto yang Tak Pernah Sepi

Posted on September 15, 2026September 16, 2026 by calista aneen

Sudutnalar.com, 12 September 2026

(Pengunjung menikmati momen kebersamaan di Alun-Alun Purwokerto)


PURWOKERTO, Sudut Nalar — Purwokerto dikenal dengan julukan kota Satria. Julukan tersebut berasal dari kata SATRIA yang merupakan akronim dari Sejahtera, Adil, Tertib, Rapi, Indah, dan Aman. Julukan ini juga berkaitan dengan sejarah Banyumas yang melahirkan tokoh pejuang nasional, salah satunya adalah Jenderal Soedirman. 

Alun-alun Purwokerto menjadi tempat yang ramai dikunjungi masyarakat karena menjadi salah satu ruang publik yang berada di pusat Purwokerto. Tempat ini tidak hanya digunakan untuk bersantai dan berkumpul bersama teman ataupun keluarga, tetapi juga bagi para pedagang UMKM yang menjalankan usahanya. Pengunjung juga tidak dikenakan biaya tiket masuk untuk menikmati kawasan alun-alun ini.

Keramaian tersebut dirasakan oleh salah satu pengunjung, Aminah. Ia mengaku sering datang ke alun-alun baik sendiri maupun bersama keluarganya saat akhir pekan,  untuk sekadar berjalan-jalan atau mencari makanan. 

Aminah mengungkapkan banyak hal yang ia sukai di Alun-Alun Purwokerto, yaitu banyaknya pilihan jajanan dari asin hingga manis, area lapangan, dan bagian air mancur sambil menikmati makanan dan melihat anak-anak bermain air mancur. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa di alun-alun terkadang ada berbagai kegiatan yang dapat dinikmati pengunjung, seperti photobooth, lapak baca buku, dan paduan suara. 

“Tempatnya ramai dan enak buat santai-santai. Terus juga ada beberapa event yang bikin makin ramai alun-alun, biasanya ada photobooth, lapak baca buku gratis pas akhir pekan, dan kadang ada paduan suara dari mahasiswa Unsoed.” (12/09/2026)

Meski ramai dan memiliki berbagai aktivitas, Aminah menilai masih terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Ia mengeluhkan keberadaan pengemis, sampah di area lapangan, serta kurangnya penerangan pada malam hari.

“Yang paling aku tidak suka di sini itu banyak pengemis Kak, kalau jam malam juga gelap di bagian samping lapangan. Terus, banyak sampah pengunjung di area lapangan,” tambahnya.

Ia berharap penerangan di kawasan alun-alun dapat ditambah, lapak pedagang ditata lebih rapi, dan pengemis ditertibkan lagi agar pengunjung merasa lebih nyaman.

Selain menjadi tempat rekreasi, Alun-Alun Purwokerto juga memberikan peluang bagi masyarakat untuk menjalankan usaha. Salah satunya adalah Sudrajan, pedagang yang telah berjualan di kawasan tersebut sejak 2007 bersama kakaknya. Ia menjual batagor, jagung bakar, dan jasuke.

Sudrajan memilih berjualan di kawasan Alun-Alun Purwokerto karena banyaknya pengunjung yang datang. Menurutnya, kondisi tersebut membuat peluang mendapatkan pembeli menjadi lebih besar. 

“Karena banyak pengunjung, jadi banyak peminatnya juga,” ujarnya.

Namun, berjualan di kawasan terbuka juga memiliki kendala. Sudrajan mengatakan bahwa hujan menjadi salah satu hambatan dalam menjalankan usahanya karena tempat berjualan belum memiliki perlindungan yang memadai.

“Ya kadang kalau hujan itu jadi kendala bagi saya dan penjual lainnya karena alun-alun jadi sepi pengunjungnya, apalagi saya belum punya pelindung yang kokoh, cuma mengandalkan terpal saja, Mbak.” 

Ramainya pengunjung dan aktivitas pedagang menunjukkan bahwa Alun-Alun Purwokerto memiliki peran sebagai ruang rekreasi sekaligus ruang ekonomi bagi masyarakat. Dengan adanya perhatian terhadap penerangan, kebersihan, dan penataan pedagang, kenyamanan Alun-Alun Purwokerto sebagai jantung kota Satria diharapkan dapat terus terjaga. Bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga atau sekadar menikmati suasana kota, Alun-Alun Purwokerto dapat menjadi salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi.

Penulis : Salwa Ghaisani

Penyunting : Taheera Putri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme