Penulis: Happy Zahra Khairunnisa
Editor: Fadel Daren Nafisa

(Sumber: Happy Zahra Khairunnisa)
PURWOKERTO, SudutNalar – Di tengah maraknya beragam jenis oleh-oleh modern, keberadaan jajanan tradisional khas Banyumas tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Salah satunya adalah Jenang Jaket merek Sari Eco yang kini memusatkan proses produksinya di Desa Pajerukan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Usaha ini memproduksi Jenang Jaket sebagai salah satu jajanan tradisional khas Banyumas yang dipasarkan sebagai salah satu pilihan oleh-oleh khas Banyumas.
Usaha kuliner ini awalnya dirintis dari daerah Mersi, Purwokerto. Demi memperluas jangkauan dan kapasitas produksi, selanjutnya, generasi penerus usaha membuka tempat produksi baru di Kalibagor yang telah beroperasi sejak tahun 2005. Meskipun telah dipasarkan di sejumlah wilayah, Jenang Jaket Sari Eco hingga saat ini belum memiliki toko pribadi. Strategi pemasaran yang dijalankan berfokus pada sistem kemitraan dengan menitipkan produk ke sejumlah toko oleh-oleh di wilayah Buntu, Gombong, Kebumen, hingga daerah sekitarnya.
Pengelola Jenang Jaket Sari Eco, Bu Nur, mengungkapkan tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan bisnis kuliner berbasis tradisi ini. Menurutnya, dinamika pasar oleh-oleh saat ini cukup memengaruhi tingkat penjualan bulanan mereka.
“Sekarang omzetnya tidak sebesar dulu karena semakin banyaknya variasi oleh-oleh baru yang bermunculan dan persaingan pasar yang kian ketat,” tutur Bu Nur saat ditemui di lokasi produksi pada Minggu, 13 September 2026.
Proses pembuatan jenang jaket ini masih dipertahankan secara tradisional untuk menjaga cita rasa otentiknya. Dalam satu kali adonan besar, bahan dasar berupa beras ketan, gula merah, dan santan diaduk secara manual di atas tungku selama berjam-jam hingga menghasilkan tekstur yang kenyal dan kalis.
Kehadiran rumah produksi Jenang Jaket Sari Eco di Pajerukan ini turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, sekaligus turut mempertahankan proses pembuatan Jenang Jaket secara tradisional di tengah perkembangan produk oleh-oleh modern.
