
Sumber: Dok. Bukti Percakapan dan Penyalahgunaan Identitas
BANYUMAS, SUDUTNALAR – Identitas mahasiswa berinisial DNS disalahgunakan dalam aksi penipuan melalui WhatsApp. Foto dan nama DNS digunakan pelaku sebagai profil WhatsApp untuk menghubungi sejumlah temannya dengan modus meminta bantuan pembayaran melalui QRIS.
Dua teman DNS memenuhi permintaan tersebut dan melakukan pembayaran dengan nominal berbeda. Berdasarkan keterangan DNS, total pembayaran mencapai sekitar Rp1,3 juta.
Kasus tersebut diketahui setelah teman satu kepanitiaan menghubungi DNS untuk memastikan apakah nomor yang digunakan pelaku merupakan nomor miliknya.
“Saya baru mengetahui foto dan nama saya disalahgunakan setelah teman satu kepanitiaan menghubungi dan menanyakan apakah nomor tersebut milik saya. Setelah memastikan nomor itu bukan milik saya, teman saya mengirim tangkapan layar percakapan dengan pelaku,” ujar DNS.
DNS kemudian melaporkan penyalahgunaan data pribadinya kepada kepolisian setelah sejumlah teman yang telah melakukan pembayaran meminta uang mereka dikembalikan.
“Saya tidak pernah meminta mereka melakukan pembayaran itu dan uangnya juga tidak masuk ke saya. Jadi, saya tidak bisa mengembalikan uang yang tidak saya terima,” ujar DNS.
Penyalahgunaan tersebut juga berdampak pada DNS sebagai pihak yang identitasnya digunakan pelaku.
“Saya khawatir kejadian tersebut berdampak pada nama baik saya dan membuat saya harus bertanggung jawab atas transaksi yang tidak saya lakukan,” ujar DNS.
Dalam pesan yang diterima DNS, pihak kepolisian menyatakan laporan terkait penyalahgunaan data pribadi tanpa izin telah diterima. DNS juga dijadwalkan untuk memberikan keterangan. Namun, DNS memilih tidak melanjutkan proses pelaporan karena pihak yang mengalami kerugian finansial tidak bersedia membuat laporan.
Penulis : Gendis Kumalasari
Editor : Inas Hanin Bachrullah
