sudutnalar.com, 29 September 2026

(Foto: Dok. PDD Pandiknas)
PURWOKERTO, SUDUTNALAR – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia (Himadiksi) Unsoed, sukses menyelenggarakan Panggung Pendidikan Nasional (Pandiknas) 2026 secara daring melalui Google Meet pada 6–7 Juni 2026. Ajang tingkat nasional yang digelar untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional ini diikuti oleh 142 peserta dari kalangan pelajar SMA/sederajat dan mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Kompetisi berlangsung ketat melalui beberapa tahapan seleksi. Dari total 142 pendaftar yang mengumpulkan karya, panitia melakukan proses penjurian awal (penyisihan) hingga akhirnya terpilih tiga finalis terbaik di setiap kategori lomba untuk tampil mempresentasikan gagasannya di babak final.
Ketua Pelaksana Pandiknas 2026, Vina Pratista, mengungkapkan bahwa keterlibatan siswa SMA dalam kompetisi ini sengaja dihadirkan untuk memberikan ruang bagi generasi muda dalam mengembangkan minat, bakat, serta gagasan kreatif mereka.
”Kami ingin memberikan ruang kepada pelajar SMA untuk berkembang melalui event perlombaan ini, baik dari minat bakat maupun ide-ide yang mereka miliki,” ujar Vina saat diwawancarai.
Pandiknas 2026 menghadirkan berbagai cabang perlombaan untuk kategori SMA/sederajat meliputi esai, poster digital, dan cipta baca puisi. Sementara kategori mahasiswa mencakup esai, poster digital, dan digitalisasi perangkat pembelajaran. Dari seluruh cabang tersebut, lomba cipta baca puisi tingkat SMA menjadi cabang dengan jumlah pendaftar terbanyak.
Tahun ini Pandiknas juga membawa novelty. Pada tahun-tahun awal penyelenggaraannya, kegiatan ini hanya mencakup wilayah Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen), kini jangkauan peserta telah diperluas hingga skala nasional.
Meskipun babak puncaknya dilaksanakan secara online, Vina mengapresiasi performa para finalis yang berhasil lolos ke tahap akhir.
”Antusiasme peserta sangat membuat kami kagum karena karya-karya mereka sangat bagus dan kreatif. Pembawaan presentasi dan penampilan para finalis pada saat hari-H benar-benar baik dan layak diapresiasi,” tambahnya.
Melalui ajang Pandiknas 2026, Vina berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bertumbuh (di mana proses lebih berharga daripada sekadar menang-kalah), wadah memperluas jaringan kolaborasi, serta pemantik semangat untuk membuktikan bahwa pendidikan adalah tentang keberanian berekspresi.
Pemulis: Silvi Ayu Wulandari
Editor: Dwi Salsabela Wahyudin
