Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

HARGA NAIK, UNTUNG MENYUSUT : POTRET PEDAGANG MINYAK GORENG BOTOLAN DIPASAR JATISAWIT BUMIAYU MENGHADAPI TREN KENAIKAN HARGA HARGA NASIONAL

Posted on September 30, 2026September 30, 2026 by Zidan Diyaaul Haq
Kepala Pasar Jatisawit Bumiayu Muhammad Nurofik, S.E. (kiri) dan Masitoh (kanan), Sabtu (26/9/2026)
 Foto : Sahna Naely Yazida

BANYUMAS, SudutNalar—Harga minyak goreng kemasan botol di Pasar Jatisawit Bumiayu mengalami kenaikan cukup signifikan sejak Juli 2026. Untuk kemasan 800 mililiter, harga naik dari Rp16.000 menjadi Rp18.000 per botol, sedangkan kemasan satu liter naik dari Rp18.000 menjadi Rp20.000 per botol. Kenaikan ini terjadi merata pada hampir semua merek yang dijual, seperti Minyakita, Sabrina, Mahkota, dan Bimoli.

Masitoh, salah satu pedagang di Pasar Jatisawit Bumiayu saat ditemui di kiosnya, mengatakan kenaikan harga terjadi bertahap sejak Juli lalu, dipicu oleh naiknya bahan baku plastik kemasan dan harga kelapa sawit sebagai bahan baku minyak. Hampir seluruh merek minyak goreng botolan yang dijual di kiosnya ikut mengalami kenaikan harga tanpa terkecuali. Pasokan minyak goreng sendiri diperoleh dari pemasok di wilayah Tegal dan hingga kini stok masih tergolong lancar, meskipun sempat mengalami kelangkaan di pasaran pada Juli lalu.

Kenaikan harga ini turut mengubah pola belanja konsumen. Sebagian pembeli mengeluhkan kenaikan tersebut secara langsung kepada Masitoh, meski ia mengaku tidak dapat berbuat banyak karena harga sudah ditetapkan dari tingkat distributor.

“Konsumen ada yang protes langsung ke saya, tapi saya juga tidak bisa berbuat apa-apa karena dari distributornya sudah menetapkan harganya segitu,” Ujarnya.

Tidak sedikit pula konsumen yang beralih dari minyak goreng kemasan botol ke minyak curah karena harganya lebih murah dengan isi yang lebih banyak, yakni satu kilogram per kemasan. Perpindahan ini menjadi salah satu cara masyarakat menyiasati kenaikan harga tanpa harus mengurangi kebutuhan memasak sehari-hari.

Di sisi pedagang, kenaikan harga ini turut menurunkan keuntungan. Modal yang dikeluarkan semakin besar, sementara pendapatan atau laba yang diperoleh relatif tetap. Meski keuntungan menipis, Masitoh tetap menyediakan stok minyak goreng botolan secara normal untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, yang menjadi segmen pembeli terbesar produk ini. Ia berharap harga ideal minyak goreng botolan berada di kisaran Rp17.000 per botol, serta berharap pemerintah dapat memberikan subsidi dan menjamin ketersediaan pasokan agar tetap terjangkau oleh masyarakat luas.

Sementara itu, Nurofik, membenarkan bahwa minyak goreng menjadi salah satu komoditas yang paling mencolok kenaikannya belakangan ini dibandingkan bahan pokok lain. Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok secara umum dipicu oleh naiknya nilai tukar dolar yang berdampak pada biaya bahan baku impor, serta adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang turut mendorong peningkatan permintaan di pasar. Khusus untuk minyak goreng botolan, penyebab utamanya adalah lonjakan biaya produksi, terutama meroketnya harga bahan baku plastik untuk kemasan botol.

Ia menegaskan bahwa kenaikan harga minyak goreng di Pasar Jatisawit Bumiayu bukan kasus yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari tren kenaikan yang terjadi di pasar lain akibat faktor musiman, jalur distribusi, dan biaya logistik yang meningkat bersamaan.

Menurut pengamatan Nurofik, sebagian besar konsumen kini beralih ke barang dengan harga lebih murah demi tetap memenuhi kebutuhan dasar, misalnya dengan memburu promo atau membeli kemasan berukuran lebih kecil. Sebagai langkah stabilisasi harga, pengelola pasar bersinergi dengan Dinas Perdagangan, Bulog, dan Tim Pengendali Inflasi Daerah melalui program Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah.

Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke kios pedagang agar dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Khusus untuk komoditas minyak goreng, pengelola pasar secara rutin berkoordinasi dengan Disperindag dan Satgas Pangan guna mengendalikan lonjakan harga di pasaran melalui pencatatan rutin harian yang terstruktur, bukan sekadar pantauan lapangan biasa.

OLEH-SAHNA NAELY YAZIDA

EDITOR-LINDA AGUSTRIANA

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme