
Tampilan aplikasi ePus Klaster yang digunakan di Puskesmas Banjarmangu 1, Kabupaten Banjarnegara. (Sumber Foto: Juminah)
BANJARNEGARA, SUDUTNALAR β Perkembangan teknologi di Indonesia dalam satu dekade terakhir berlangsung pesat dan membawa perubahan di berbagai bidang, termasuk kesehatan. Digitalisasi layanan kesehatan kini tidak hanya diterapkan di rumah sakit besar, tetapi juga mulai digunakan di sejumlah pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas.
Salah satu teknologi yang mendukung perubahan tersebut adalah ePus Klaster, yaitu sistem digital manajemen pelayanan kesehatan dari Infokes. Aplikasi ini dirancang untuk membantu puskesmas menerapkan program Integrasi Layanan Primer (ILP) melalui pengelolaan pelayanan berdasarkan kelompok usia dan siklus hidup pasien.
Melalui ePus Klaster, pelayanan kesehatan dapat dikelompokkan berdasarkan klaster, mulai dari ibu hamil, bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia. Pengelompokan ini membantu tenaga kesehatan memberikan pelayanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan setiap kelompok pasien.
Aplikasi tersebut juga menyediakan fitur skrining untuk membantu tenaga kesehatan mendeteksi risiko penyakit dan mencatat hasil pemeriksaan. Selain itu, sistem dapat mengelompokkan pasien secara otomatis serta menyediakan dashboard pelayanan yang diperbarui secara waktu nyata atau real-time.
ePus Klaster berbasis web dan memanfaatkan teknologi komputasi awan atau cloud computing. Dengan demikian, sistem dapat diakses melalui perangkat yang terhubung ke internet dan peramban. Teknologi ini memudahkan tenaga kesehatan dalam mengelola data pelayanan tanpa harus bergantung pada pencatatan manual.
Selain mendukung pelayanan berbasis klaster, ePus Klaster juga membantu penerapan Rekam Medis Elektronik (RME). Data pasien, riwayat pemeriksaan, dan informasi pelayanan kesehatan dapat disimpan secara digital sehingga lebih mudah diakses oleh petugas yang berwenang.
Salah satu puskesmas yang telah menggunakan sistem ini adalah Puskesmas Banjarmangu 1, Kabupaten Banjarnegara. Penggunaan ePus Klaster diharapkan dapat mempercepat proses pendaftaran, mengurangi antrean, dan membuat pelayanan pasien lebih tertib.
Salah seorang tenaga kesehatan atau karyawan Puskesmas Banjarmangu 1 yang ditemui pada Jumat (25/9/2026) mengatakan bahwa aplikasi tersebut sangat membantu dalam mengelola data pasien.
βDengan adanya aplikasi ini, kami lebih mudah mendata pasien karena data dan riwayat kesehatan mereka sudah tersedia secara digital. Sebelumnya, pencatatan masih menggunakan kertas. Banyak pasien tidak membawa kembali kertas keterangan pemeriksaan sehingga kami harus mengecek ulang data mereka melalui buku catatan,β ujarnya.
Menurutnya, penggunaan aplikasi membuat proses pencarian data menjadi lebih cepat dan praktis. Petugas tidak perlu membuka satu per satu buku catatan untuk mengetahui riwayat pemeriksaan pasien.
βSekarang, riwayat pemeriksaan dan data pasien dapat diakses dengan lebih cepat. Hal ini sangat membantu pekerjaan kami dalam memberikan pelayanan kepada pasien,β lanjutnya.
Selain membantu pencatatan data, Puskesmas Banjarmangu 1 juga menyediakan mesin antrean untuk membantu pasien melakukan pendaftaran dan verifikasi nomor antrean. Dengan alat tersebut, pasien tidak perlu lagi mendaftar secara manual dengan mendatangi petugas.

Mesin antrean di Puskesmas Banjarmangu 1 yang digunakan untuk pendaftaran dan verifikasi nomor antrean pasien. (Sumber Foto: Juminah)
Pasien cukup menggunakan mesin antrean yang tersedia di puskesmas. Data pendaftaran dan nomor antrean kemudian tercatat dalam sistem sehingga proses pelayanan menjadi lebih tertib. Petugas juga dapat memeriksa dan memverifikasi data antrean melalui sistem ePus Klaster.
Penggunaan mesin antrean tersebut diharapkan dapat mengurangi kesalahan pencatatan dan mencegah terjadinya penyerobotan antrean. Pasien juga dapat mengetahui urutan pelayanan dengan lebih jelas.
Penerapan teknologi ini menunjukkan bahwa digitalisasi dapat membantu meningkatkan efisiensi layanan kesehatan tingkat pertama. Meski demikian, keberhasilan sistem tetap memerlukan jaringan internet yang memadai, kesiapan tenaga kesehatan, perlindungan data pribadi, serta pendampingan bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan layanan digital.
Dengan hadirnya ePus Klaster, pelayanan di Puskesmas Banjarmangu 1 diharapkan menjadi lebih cepat, tertib, dan terintegrasi. Digitalisasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan primer agar semakin mudah diakses oleh masyarakat.
Penulis: Nadhif Syarafina
Editor: Nafasha Dhani Artika Putri
