Senin, 21 September 2026

Fakhri Akmal Duta Genre Unsoed (Dok. Koleksi: Fakhri Akmal)
Purwokerto, Sudutnalar.com, Menjadi mahasiswa produktif sekaligus berprestasi merupakan impian banyak anak muda. Hal inilah yang dibuktikan oleh Fakhri Akmal Waliyuddin, mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Jenderal Soedirman yang kini mengemban amanah sebagai Duta Generasi Berencana (Genre) Unsoed.
Melalui perannya sebagai representasi Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Aksiologi Unsoed bersama rekannya, Rachma Deanova dari Program Studi Agribisnis, Fakhri aktif menjadi ruang aspirasi dan edukasi bagi kalangan remaja.
PIK-R merupakan wadah di bawah naungan program Genre Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang turun langsung memberikan pelayanan informasi, konseling, dan edukasi sebaya demi menciptakan remaja yang berkarakter dan berencana.
Meskipun baru menjabat sejak dilantik, Fakhri telah mengukir pengalaman berkesan. Salah satunya adalah keterlibatannya dalam program Aksi Sore, yaitu kegiatan sosialisasi edukatif yang menyasar siswa-siswi di sekolah, salah satunya termasuk di SMA Negeri Baturraden.
Bagi Fakhri, kegiatan turun ke sekolah bukan sekadar formalitas dalam menjalankan tugas, melainkan momen berharga untuk membangun interaksi bermakna.
Di balik deretan prestasinya, perjuangan Fakhri tidaklah mudah. Ia sempat menghadapi tantangan berat, khususnya ketika harus membagi fokus antara tanggung jawab krusial organisasi, kepanitiaan, dan padatnya tahapan seleksi Duta Genre.
“Jujur sempat merasa struggle dan ingin melepas salah satu karena padatnya jadwal. Namun, dengan niat dan komitmen untuk memaksimalkan potensi yang ada, alhamdulillah semuanya bisa diselesaikan dengan baik,” ungkap Fakhri.
Bagi Fakhri, amanah sebagai duta telah membentuk karakter, kedisiplinan, dan kemampuan mengatur waktunya secara signifikan. Ia merasa terdorong untuk senantiasa menjadi role model yang positif serta mengasah kepekaan sosialnya agar ilmu yang didapat tidak berhenti di ruang kelas saja.
Terinspirasi dari kakak tingkatnya yang aktif berorganisasi dan berkontribusi, Fakhri memegang teguh prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam hal pengabdian kepada masyarakat. Ia mengajak sesama rekan mahasiswa dan pelajar untuk tidak takut keluar dari zona nyaman.
“Setiap orang memiliki timeline suksesnya masing-masing. Jangan takut mencoba dan bersaing, karena ketakutan itu sering kali hanya ada di pikiran kita sendiri. Pemberani bukanlah orang yang berhasil menghilangkan rasa takutnya, melainkan orang yang berhasil berjalan bersama rasa takut tersebut,” pungkas Fakhri menyampaikan sebagai pesan untuk kepada para pelajar dan mahasiswa yang sedang berjuang mengenali potensi diri.
Penulis: Syifa Putri Fadillah
Editor: Rusmahendrati Kencana Rukmi
