Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Dua Pasar dalam Sehari: Rutinitas Ibu Tumini

Posted on Oktober 9, 2026 by calista aneen

sudutnalar.com, 8 Oktober 2026

Oleh : Ladina Lintang Vania

Ibu Tumini saat berjualan sayuran di Pasar Sikapat. (Dok. Ladina Lintang Vania)

PURWOKERTO, SUDUTNALAR – Aktivitas jual beli berlangsung di Pasar Sikapat, Kamis (8/10/2026). Para pedagang menawarkan dagangannya kepada pembeli yang datang. Di tengah kegiatan itu, seorang perempuan lanjut usia sedang berjualan sayuran. Perempuan itu bernama Ibu Tumini. Ia merupakan warga Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Usianya 73 tahun.

Sayuran yang dijual Ibu Tumini dibelinya dari Pasar Banaran di Desa Banteran. Pasar tersebut menjadi bagian dari rutinitas yang telah dijalaninya selama lebih dari 25 tahun. Kegiatan berjualan itu membuatnya menjalani aktivitas dari satu pasar ke pasar lainnya dalam satu hari.

Sekitar pukul 02.00, Ibu Tumini meninggalkan rumahnya di Desa Gandatapa menuju Pasar Banaran. Ia berjalan kaki selama kurang lebih satu jam. Sesampainya di pasar, ia menjual lontong dan kupat buatannya dengan harga sekitar Rp1.000 per buah.

Setelah lontong dan kupat terjual, Ibu Tumini membeli sejumlah bahan dagangan seperti cabai, sayuran, bawang, dan kebutuhan lainnya. Ia memilih Pasar Banaran karena barang yang tersedia lebih lengkap sehingga bahan yang dibutuhkan untuk berjualan lebih mudah diperoleh. Bahan-bahan tersebut kemudian dibawanya dalam perjalanan kembali menuju Desa Gandatapa.

Dari Pasar Banaran, Ibu Tumini berjalan kembali ke arah Desa Gandatapa. Dalam perjalanan pulang, ia singgah di Pasar Sikapat yang berada searah dengan rumahnya. Bahan yang dibelinya di Pasar Banaran kemudian dijual kembali di pasar tersebut hingga sekitar pukul 11.00. Setelah selesai berjualan, Ibu Tumini melanjutkan perjalanan pulang untuk beristirahat.

Berjalan kaki sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Aktivitas tersebut tetap dilakukannya di tengah rutinitas berjualan. Ia juga menganggap berjalan kaki sebagai salah satu aktivitas yang tetap bisa dilakukan di usianya.

Pasar bukan hanya menjadi tempat Ibu Tumini mencari pembeli. Di sana, ia juga bertemu dengan orang-orang yang dikenalnya. Sambil berjualan, ia berbincang dengan sesama pedagang maupun orang yang ditemuinya. Percakapan tersebut menjadi bagian dari kesehariannya ketika berada di pasar.

Dagangan yang dibawanya tidak selalu habis terjual. Ketika masih ada barang yang tersisa, Ibu Tumini tidak langsung pulang. Ia berkeliling dari rumah ke rumah untuk menawarkan dagangannya hingga habis. Cara tersebut dilakukan agar dagangan yang masih tersisa tetap dapat terjual.

Hasil penjualan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagian hasilnya juga digunakan kembali sebagai modal untuk membeli bahan dagangan serta membuat lontong dan kupat yang akan dijual pada hari berikutnya.

Ibu Tumini pernah merasa senang ketika seorang pembeli membeli seluruh dagangan yang dibawanya. Dagangan yang habis terjual membuatnya semakin bersemangat untuk kembali berjualan pada hari berikutnya. Pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang membuat kegiatan berjualan tetap dijalaninya.

Ibu Tumini tinggal seorang diri sehingga kebutuhan sehari-hari harus dipenuhinya sendiri. Karena itu, ia tetap bekerja selama masih mampu menjalankan aktivitas sehari-hari. Rutinitas berjualan yang telah dijalaninya selama bertahun-tahun menjadi bagian dari kehidupannya.

Setelah bertahun-tahun menjalani pekerjaan tersebut, harapan Ibu Tumini sederhana. Ia ingin tetap sehat agar masih dapat melakukan berbagai kegiatan dan terus menjalankan perjuangannya setiap hari.

“Semoga sehat terus, di usia tua ini masih bisa melakukan aktivitas dan berjualan setiap harinya,” ujar Ibu Tumini.

Dua pasar telah menjadi bagian dari kesehariannya. Selama kesehatan masih memungkinkan, Ibu Tumini ingin tetap bekerja dan menjalani aktivitasnya setiap hari.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme