Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Dua Dekade di Atas Pedal Becak, Pak Anton Bertahan di Tengah Gempuran Zaman

Posted on Oktober 8, 2026Oktober 8, 2026 by calista aneen

sudutnalar.com, 8 Oktober 2026

Oleh : Calista Aneen Cahyani

Becak yang masih menjadi bagian dari kehidupan para pengayuhnya di tengah perkembangan transportasi modern. (Dok : Kompasiana)

PURWOKERTO, SUDUTNALAR– Di tengah aktivitas kota yang terus bergerak, sebuah becak masih menunggu penumpang. Kendaraan roda tiga itu menjadi sumber penghidupan bagi Pak Anton, seorang tukang becak yang telah menghabiskan sekitar dua puluh tahun hidupnya dengan mengayuh dari satu tempat ke tempat lain.

Bagi sebagian orang, becak mungkin tidak lagi menjadi pilihan utama untuk bepergian. Kehadiran berbagai moda transportasi yang lebih praktis membuat keberadaan becak perlahan semakin tersisih. Namun, bagi Pak Anton, becak tetap menjadi bagian dari kehidupannya.

Selama sekitar dua dekade, Pak Anton menjalani pekerjaannya sebagai tukang becak. Ia sudah mengayuh becak sejak masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selama bekerja, ia tidak hanya menetap di satu tempat. Sesekali, ia menetap di sekitar Alun-Alun, kawasan Rita Super Mall, maupun Pasar Wage untuk menunggu orang yang membutuhkan jasanya.

Menjadi tukang becak bukan pekerjaan yang selalu mudah. Penghasilan yang diperoleh Pak Anton setiap harinya tidak menentu. Dalam sehari, ia terkadang hanya membawa pulang sekitar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu. Bahkan, jumlah tersebut tidak selalu berhasil diperoleh setiap hari.

Bagi Pak Anton, berapa pun penghasilan yang diperoleh tetap harus disyukuri. Ia tidak memiliki banyak pilihan selain terus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Baginya, bekerja merupakan sebuah kewajiban yang harus dijalani.

“Becak aja sudah cukup,” ujar Pak Anton.

Sebelum kembali menekuni pekerjaan tersebut, Pak Anton pernah mencoba pekerjaan lain. Ia sempat bekerja sebagai tukang bangunan. Namun, pekerjaan itu hanya bertahan selama sekitar satu bulan. Ia merasa pekerjaan tersebut tidak cocok untuk dirinya sehingga memutuskan kembali menjadi tukang becak.

Keputusan itu membuat Pak Anton kembali mengayuh becak, seperti pekerjaan yang sebelumnya sudah ia jalani selama bertahun-tahun. Ada pula cerita keluarga yang membuat pekerjaan tersebut terasa dekat dengannya. Profesi sebagai tukang becak merupakan pekerjaan yang ia warisi dari sang bapak.

Namun, pekerjaan yang telah dijalani selama puluhan tahun itu kini menghadapi perubahan zaman. Menurut Pak Anton, masyarakat yang menggunakan jasa becak sudah semakin sedikit. Kehadiran berbagai pilihan transportasi lain, termasuk layanan berbasis aplikasi, membuat masyarakat memiliki alternatif perjalanan yang dianggap lebih praktis.

Berkurangnya penumpang berarti berkurangnya pula penghasilan yang dapat dibawa pulang. Meski demikian, Pak Anton tetap menjalani rutinitasnya. Dari pagi hingga malam, ia berusaha mencari penumpang di tengah aktivitas masyarakat yang terus berubah.

Waktu kerja yang panjang tidak selalu berbanding lurus dengan penghasilan yang diperoleh. Ada hari ketika ia memperoleh Rp30 ribu, ada pula saat pendapatannya mencapai Rp50 ribu. Jumlah itu pun belum tentu cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan sehari-hari.

Setelah menyelesaikan pekerjaannya, perjuangan Pak Anton belum selesai. Rumahnya berada di sekitar Terminal Bulupitu, sehingga ia masih harus menempuh perjalanan pulang yang cukup jauh setelah seharian mencari penumpang.

Bagi Pak Anton, menjadi tukang becak bukan sekadar pekerjaan yang dilakukan untuk mengisi waktu. Selama tubuhnya masih mampu bekerja, ia tetap memilih mengayuh becak. Pekerjaan tersebut menjadi jalan yang ia jalani untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Dua puluh tahun bukan waktu yang singkat. Selama itu pula Pak Anton menyaksikan perubahan di sekitarnya. Becak yang dahulu menjadi salah satu pilihan masyarakat kini harus berbagi ruang dengan berbagai moda transportasi yang hadir seiring perkembangan zaman.

Meski jumlah penumpang semakin berkurang dan penghasilan tidak selalu pasti, Pak Anton tetap menjalani hari dengan pekerjaannya. Becak menjadi saksi perjalanan hidupnya selama dua puluh tahun terakhir dari masa ketika transportasi berbasis aplikasi belum seperti sekarang hingga saat teknologi semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Di tengah perubahan tersebut, Pak Anton masih memilih untuk mengayuh. Bukan karena pekerjaannya menjanjikan penghasilan besar, melainkan karena masih ada kebutuhan yang harus dipenuhi dan kewajiban yang harus dijalankan.

Becak mungkin bergerak lebih lambat dibandingkan kendaraan modern. Namun, bagi Pak Anton, setiap kayuhan tetap memiliki arti, tentang sebuah usaha sederhana untuk terus bertahan di tengah kehidupan yang tidak pernah berhenti bergerak.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme