
(foto: dokumentasi pribadi)
BANYUMAS, SudutNalar – Senyum lebar terpancar dari wajah Prima saat menggenggam sebuah piala di tangannya. Duduk di kursi roda, mahasiswa Universitas Telkom itu tampak bangga menunjukkan hasil dari usaha yang telah ia lakukan. Di balik piala yang diraihnya, tersimpan perjalanan panjang, semangat, dan kecintaannya pada dunia tarik suara yang telah ditekuni sejak kecil.
Bagi Prima, bernyanyi bukan sekadar hobi. Musik menjadi ruang baginya untuk mengekspresikan diri, menyalurkan perasaan, sekaligus membangun kepercayaan diri. Ketertarikannya pada dunia tarik suara berawal dari kebiasaan sederhana, yaitu mendengarkan lagu dan ikut menyanyikannya.
“Saya mulai suka bernyanyi dari kecil. Awalnya cuma karena suka mendengarkan lagu dan ikut bernyanyi. Lama-kelamaan saya merasa bernyanyi itu menyenangkan dan bisa menjadi cara untuk mengekspresikan diri sendiri,” ujarnya.
Kecintaan terhadap musik membuat Prima terus mengembangkan kemampuannya. Ia bahkan sempat mengikuti les vokal untuk mendukung hobinya tersebut. Tidak berhenti di situ, ia mulai memberanikan diri mengikuti berbagai lomba menyanyi sejak duduk di bangku sekolah dasar.
“Awalnya pertama kali waktu SD. Lama-kelamaan makin suka nyanyi karena memang suka tampil di depan banyak orang dan memang hobinya begitu, lalu saya tekuni sampai sekarang,” ujarnya.
Keberanian tampil di depan banyak orang tidak datang begitu saja. Seperti kebanyakan orang, Prima juga kerap merasakan gugup ketika harus berdiri di hadapan penonton. Namun, baginya rasa gugup bukan alasan untuk berhenti mencoba.
Selain harus mempersiapkan penampilan, Prima juga perlu memperhatikan berbagai hal lain sebelum tampil. Dalam kondisi tertentu, ia menggunakan kursi roda untuk membantu mobilitasnya, terutama ketika harus menempuh jarak yang cukup jauh.
“Kalau tampil di atas panggung, tantangannya tentu rasa gugup dan harus menyesuaikan diri dengan kondisi tempat. Karena saya juga menggunakan alat bantu, terkadang saya harus mempersiapkan semuanya lebih matang sebelum tampil,” jelasnya.
Meski demikian, berbagai tantangan tersebut tidak pernah memadamkan semangatnya. Justru dari pengalaman-pengalaman itulah Prima belajar untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan percaya diri.
Salah satu pencapaian yang berhasil diraihnya adalah Juara 3 dalam Lomba Menyanyi Gebyar Inklusi 2024 di Kabupaten Banyumas. Prestasi tersebut menjadi salah satu momen yang membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan yang selama ini dilakukannya tidak sia-sia.
“Pernah banyak pengalaman yang membuat saya lebih percaya diri dalam berkarya, terutama di bidang musik dan menyanyi,” ungkapnya.
Saat ini, selain menjalani perkuliahan, Prima juga aktif mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Telkomnika Voice di Universitas Telkom. Melalui kegiatan tersebut, ia tetap menyalurkan minat dan bakatnya di bidang musik bersama mahasiswa lain yang memiliki kecintaan yang sama terhadap dunia tarik suara.
Di balik perjalanan yang dijalani, dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat menjadi salah satu sumber semangat terbesar bagi Prima. Ketika rasa kurang percaya diri datang, keluarga dan teman-temannya selalu hadir memberikan dorongan untuk terus maju.
“Yang paling banyak mendukung tentunya keluarga. Selain itu, teman-teman dan orang-orang terdekat juga sering memberikan semangat, terutama ketika saya sedang merasa kurang percaya diri,” jelasnya.
Bagi Prima, alasan untuk terus bernyanyi sebenarnya sederhana. Ia mencintai apa yang ia lakukan dan tidak ingin berbagai tantangan yang dimilikinya menjadi penghalang untuk berkembang.
“Saya memang dari dulu suka bernyanyi dan merasa senang ketika bisa melakukan hal yang saya sukai. Saya juga tidak ingin kondisi atau tantangan yang saya punya membuat saya berhenti mencoba. Justru saya ingin terus belajar dan berkembang menjadi lebih baik,” tuturnya.
Ke depan, Prima berharap dapat menyelesaikan pendidikannya dengan baik sekaligus terus mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Ia juga tertarik untuk mencoba dunia voice acting apabila memiliki kesempatan di masa mendatang.
Prima menyampaikan pesan sederhana yang lahir dari pengalaman hidupnya. Menurutnya, setiap orang memiliki kekurangan, kelebihan, dan proses yang berbeda-beda. Karena itu, tidak ada alasan untuk takut mencoba.
“Jangan terlalu memikirkan kekurangan diri sendiri sampai akhirnya takut mencoba. Setiap orang punya kelebihan dan prosesnya masing-masing. Jadi tetap percaya diri, berani mencoba, dan jangan takut untuk berkembang,” pesannya.
Bagi Prima, bernyanyi bukan hanya tentang nada dan lagu. Di balik setiap penampilan, terdapat keberanian untuk melangkah, keyakinan untuk terus berkembang, dan semangat untuk membuktikan bahwa mimpi dapat diraih oleh siapa saja yang mau berusaha.
Penulis : Hayudya Komalashinta
Editor : Gevira Dewi
