Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Di Balik Rumah Megah, Kisah Perantauan Warga “Kampung Sultan” di Pelosok Cilacap

Posted on Oktober 9, 2026Oktober 9, 2026 by calista aneen

sudutnalar.com, 8 Oktober 2026

Oleh : Tita Nurkhalifah

Beberapa rumah megah warga Dusun Timbang yang dibangun dari hasil usaha warga di perantauan. (Foto: detikcom dan Youtube @JejakBangIbra)

WANAREJA, SUDUTNALAR – Udara dingin terasa ketika memasuki kawasan pegunungan di pelosok Cilacap. Sekitar 45 menit perjalanan dari pusat Kecamatan Wanareja, Dusun Timbang, Desa Jambu, dikelilingi suasana pedesaan yang sejuk. Hamparan sawah terbentang di antara rumah-rumah warga, dengan kabut tipis yang menyelimuti suasana dusun yang tenang.

Berbeda dari dusun-dusun sekitarnya, kampung ini menarik perhatian meskipun berada di pelosok. Di tengah hamparan sawah dan pegunungan, berdiri rumah-rumah besar dan megah milik warga. Pemandangan tersebut membuat dusun ini dijuluki “Kampung Sultan”.

Pemandangan Dusun Timbang, Desa Jambu, Cilacap. (Foto: Dimas, warga Dusun Timbang)

Julukan tersebut bukan karena warganya kaya sejak awal, melainkan karena keberhasilan warga dalam membangun usaha di perantauan yang terlihat dari rumah-rumah yang mereka bangun di kampung halaman.

Sebagian besar warganya memilih untuk merantau dan membuka warung Madura sebagai usaha. Bandung menjadi salah satu tujuan yang banyak dipilih. Selain Bandung, ada juga warga yang merantau ke Cilacap kota dan daerah lainnya. Sementara itu, warga yang tetap tinggal di kampung banyak yang bekerja sebagai petani.

Usaha yang dijalankan di perantauan tidak selalu langsung berhasil. Ada proses panjang yang harus dilewati sebelum usaha mulai berkembang. Hal tersebut dialami Marko, salah satu warga Dusun Timbang yang telah lama menjalankan usaha warung Madura di Bandung sejak 2008. Ketika pertama kali membuka warung, Marko bahkan pernah mengalami dua kali kebangkrutan.

“Awalnya barang masih sedikit, pembeli masih jarang, bahkan pernah mengalami dua kali bangkrut,” ujar Marko.

Kondisi tersebut tidak membuat ia berhenti, justru ia terus mencoba untuk menjalankan usahanya. Setelah melewati berbagai pengalaman, usaha Marko perlahan berkembang. Awalnya hanya mencoba membuka satu warung, kini ia telah memiliki lima warung. Menurutnya, keberhasilan juga dapat dilihat dari kemampuan orang tua menabung untuk hari tua dan menyiapkan bekal untuk anak-anaknya.

Banyak warga yang berhasil mengembangkan usaha di perantauan tersebut menjadi motivasi bagi warga lainnya. Salah satunya Erah Hayati yang mulai menjalankan usaha warung Madura di Bandung pada 2018.

“Melihat warga Dusun Timbang yang merantau banyak yang sukses, saya menjadi ikut termotivasi untuk memulai membuka warung,” katanya.

Ia memilih Bandung karena melihat aktivitas masyarakat di kota tersebut cukup ramai dan kebanyakan warga Dusun Timbang merantau ke kota tersebut.

“Saya memilih Bandung karena malam selalu ramai, dan udara tidak terlalu panas jadi bikin betah,” ujar Erah.

Pada awalnya, Erah hanya memiliki satu warung dan mulai merasakan perkembangannya satu sampai dua tahun setelah usaha berjalan. Dari satu warung tersebut, kemudian ia kembali membuka satu warung lagi.

Usaha warga yang merantau ternyata tidak berhenti pada generasi orang tua saja. Banyak anak muda yang meneruskan usaha keluarganya. Salah satunya Siska Ayu Nur Azizah, anak muda berusia 20 tahun yang memilih untuk meneruskan usaha warung orang tuanya setelah lulus SMA pada 2025.

“Sejak kecil saya sudah diarahkan untuk meneruskan usaha orang tua, kebetulan cita-cita saya dari dulu bisa mempunyai toko sembako yang besar dan memiliki banyak cabang,” ujar Siska.

Sejak meneruskan usaha orang tuanya, Siska menghadapi berbagai tantangan. Ia harus belajar mengelola keuangan, memahami pengelolaan barang, dan harus menjaga usaha yang sudah dibangun orang tua agar tetap berjalan. Selain mempertahankan usaha yang telah dibangun orang tua, ia juga berharap agar usahanya lebih berkembang dan menjadi lebih besar ke depannya.

Menurutnya, banyak anak muda di Dusun Timbang yang sudah dikenalkan dengan dunia usaha sejak kecil dan diberi pemahaman bahwa usaha tersebut dapat memberikan hasil, meskipun setiap pekerjaan tetap memiliki risiko. Hal tersebut yang membuat anak muda memilih untuk melanjutkan usaha keluarganya.

Mungkin bagi orang luar, rumah-rumah besar di Dusun Timbang memang menjadi salah satu alasan dusun ini disebut “Kampung Sultan”. Namun, di balik setiap rumah tersebut ada perjalanan panjang warga. Ada yang merantau jauh dari kampung halaman, menghadapi warung yang sepi pembeli, persaingan di mana-mana, bahkan kebangkrutan. Rumah-rumah megah itu bukan sekadar bangunan, melainkan hasil dari usaha yang mereka bangun selama bertahun-tahun dan mereka bawa kembali ke kampung halaman.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme