Sudutnalar.com, 14 September 2026

BATURRADEN – Di tengah pesatnya perkembangan sektor pariwisata di kawasan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Objek Wisata Grojogan Ratu tetap konsisten menjadi salah satu destinasi pilihan masyarakat. Mengandalkan panorama alam yang asri serta keberadaan air terjun berskala kecil dengan kualitas air yang jernih, objek wisata ini menawarkan sarana rekreasi yang terjangkau bagi publik.
Sejarah pembentukan objek wisata ini bermula dari kawasan persawahan lokal. Keberadaan grojogan atau air terjun alami di area persawahan tersebut dinilai memiliki potensi daya tarik tersendiri, sehingga mendorong pihak pengelola untuk mengembangkannya menjadi destinasi wisata resmi. Puncak kunjungan wisatawan di Grojogan Ratu tercatat pada periode tahun 2018 hingga 2019, sebelum terjadinya pandemi COVID-19.
Objek wisata ini pada awalnya dikembangkan dan dikelola oleh Almarhum Bapak Rahmat. Sepeninggal beliau, kepemimpinan dan operasional pengelolaan lokasi wisata secara penuh dilanjutkan oleh istri beliau.
Penjaga Objek Wisata Grojogan Ratu menuturkan bahwa tingkat kunjungan wisatawan pada hari kerja (weekday) relatif stabil, meski tidak terlalu padat.
”Kalau untuk hari-hari biasa, normalnya yang datang sekitar 5 sampai 10 orang. Tapi kalau hari Sabtu sama Minggu, pengunjungnya jauh lebih banyak,” ujar penjaga wisata saat diwawancarai di lokasi.
Dari segi pembiayaan, tarif masuk ke kawasan ini tergolong sangat ekonomis. Pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang. Selain menyajikan pemandangan alam, lokasi ini juga menyediakan sarana pendukung berupa gazebo dan fasilitas konsumsi.
”Wisata ini sangat recommended dan bayarnya murah, cuma Rp5.000 per orang. Kalau ada acara keluarga atau kumpul-kumpul, bisa nyewa gazebo di sini dan itu gratis, tinggal sistem PO saja sebelum hari H. Di sini kami juga menyediakan makanan dan minuman,” tambah penjaga lokasi tersebut.
Meskipun memiliki keunggulan dari segi biaya dan keasrian tempat, pengelolaan Wisata Grojogan Ratu menghadapi tantangan operasional yang tidak mudah, terutama terkait maraknya tempat wisata serupa di lingkungan sekitar Baturraden.
”Tantangannya memang karena banyaknya pesaing. Di sekitar Baturraden ini banyak curug dan destinasi wisata lain yang jaraknya berdekatan. Persaingannya marak sekali, bahkan ada juga yang persaingannya dilakukan secara tidak sehat,” ungkap penjaga kawasan tersebut.
Walaupun harus berhadapan dengan kompetisi yang ketat, keunggulan berupa efisiensi biaya, kelestarian lingkungan yang terjaga, serta keindahan panorama alam menjadikan Objek Wisata Grojogan Ratu tetap bernilai dan layak dijadikan tujuan rekreasi utama di Baturraden.
Penulis: Hilmaida Nailal Karomahah
Penyunting: Zahrotun Nabila
