sudutnalar.com, 22 September 2026

BANYUMAS, SUDUTNALAR — Di tengah gempuran era digital dan perubahan zaman, upaya melestarikan kesenian tradisional membutuhkan komitmen teguh. Nilai tersebut dipegang erat oleh Sukiwan (62), Ketua Paguyuban Seni Karawitan Cinde Laras, yang konsisten merawat warisan budaya lokal dari kepunahan.
Sukiwan, yang telah memimpin Cinde Laras sejak 2019, menilai bahwa seni Ebeg dan karawitan bukan sekadar sarana hiburan saja. Lebih dari itu, kesenian tradisional memiliki dimensi nilai spiritual dan historis yang kuat bagi kehidupan masyarakat lokal.
“Modal utama dalam memimpin paguyuban ini adalah jujur, disiplin, dan bijak. Sebagai ketua, saya harus memberikan teladan agar mendapat kepercayaan dari anggota dan masyarakat,” ujar Sukiwan saat ditemui di sanggarnya, Sabtu (19/9/2026) malam.
Sebagai penabuh kendang sekaligus pengendali irama pertunjukan, Sukiwan menilai tiap ketukan instrumen memiliki makna mendalam. Menurutnya, alunan irama musik tradisional mampu menghadirkan ketenangan batin serta mempererat rasa kebersamaan di tengah tekanan kehidupan modern.
Dalam mengelola paguyuban, Sukiwan mengedepankan pendekatan kekeluargaan dan keterbukaan. Ia meyakini bahwa keberlanjutan sebuah kelompok seni tidak hanya ditentukan oleh kepiawaian memainkan alat musik, tetapi juga oleh rasa saling menghormati dan kekompakan antaranggota.
Kehadiran sanggar tersebut kini menjadi ruang interaksi sosial yang menghidupkan kembali semangat gotong royong warga. Sukiwan secara sabar mendampingi siapa saja yang ingin belajar, tanpa membedakan usia maupun latar belakang.

Guna menjaga kelestarian tradisi ini, Cinde Laras rutin membuka ruang latihan bersama bagi warga setempat. Meskipun intensitas pementasan Ebeg sedang tidak padat, aktivitas di sanggar tetap berlanjut melalui latihan harian masyarakat sekitar, mulai dari bapak-bapak hingga ibu-ibu yang antusias mempelajari gamelan dan gong.
Langkah ini diambil Sukiwan untuk memastikan generasi penerus tetap mengenal dan mencintai identitas budayanya sendiri. Ia berprinsip bahwa kesenian daerah harus terus dipelihara agar tidak tenggelam oleh zaman dan tetap menjadi kebanggaan masyarakat lokal.
Penulis : Indah Kusuma Ningrum
Editor : Haniyah Widiyanti
