Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Dedikasi Prajnya Sejak Usia Belia: Menjaga Tradisi Tari Lengger Banyumas

Posted on September 16, 2026September 16, 2026 by Zidan Diyaaul Haq

Sudutnalar.com, 14 September 2026

Penampilan Tari Lengger Sekar Gadung yang Dibawakan dalam Acara Kebudayaan di Sokaraja, Banyumas. Sabtu (26/8/23) pukul 20.00 WIB 
(Foto: Dokumen Pribadi)

PURWOKERTO, SudutNalar — Di tengah gempuran tren budaya modern yang kian diminati generasi muda, Prajnya, seorang mahasiswi asal Banyumas, memilih jalan berbeda dengan tetap melestarikan kebudayaan lokal. Mahasiswi yang telah mengenal dunia tari sejak usia 7 tahun ini mulai fokus menyelami Tari Lengger Banyumas saat menginjak usia 13 tahun. Langkah ini didasari rasa kepedulian yang mendalam saat menyaksikan para remaja mulai meninggalkan warisan budaya daerahnya sendiri.

Mendapat dukungan penuh dari keluarga sejak kecil yang mendaftarkannya ke sanggar tari, perjalanan Prajnya di panggung seni tradisional diwarnai berbagai dinamika menarik. Menurut Prajnya, Tari Lengger memiliki daya pikat dan keunikan tersendiri dibanding tari tradisional daerah lain karena menggunakan gerakan yang dinamis serta energik. Salah satu ciri khasnya terlihat dari gerakan geol (goyangan pinggang) dan gedheg (gelengan kepala) yang selaras dengan selendang tari serta iringan calung khas Banyumas.

Dedikasi Prajnya dalam menari mengantarkannya pada berbagai momen berkesan yang tak terlupakan. Pengalaman paling membanggakan baginya terjadi pada tahun 2024 lalu, saat ia berkesampatan menjadi salah satu bagian dari pagelaran megah 10.000 Lengger Banyumas di GOR Satria, Purwokerto. Tak hanya itu, ia pernah berada dalam situasi menegangkan saat penampilannya dinilai langsung oleh maestro Lengger Banyumas, Mas Rianto.

“Aku pernah ngerasain deg-degan banget karena ikut lomba yang jurinya itu sang maestro Lengger Banyumas, yaitu Mas Rianto,” ujarnya.

Bahkan saat menghadapi kendala teknis di atas panggung, ia tetap menunjukkan profesionalismenya sebagai penari. “Kejadian lucu yang aku alamin pas tampil tiba-tiba sound system-nya mati. Di situ aku bingung banget harus apa, dan akhirnya memilih untuk diam di tempat sambil berpose menggunakan gerakan tari,” tambahnya.

Bagi Prajnya, Tari Lengger bukan sekadar gerakan fisik atau hiburan visual semata, melainkan sebuah tradisi turun-temurun yang menyimpan makna spiritual mendalam tentang simbol rasa syukur masyarakat Banyumas kepada Sang Pencipta. Berdasarkan sudut pandangnya sebagai generasi muda, tantangan terbesar melestarikan seni ini adalah gempuran budaya luar yang dinilai lebih menarik minat anak muda.

“Harapan aku untuk generasi muda Banyumas, semoga tetap menjaga kelestarian budaya Banyumas terutama Lengger. Karena budaya ini sudah turun-menurun dan tarian ini juga memiliki makna yang dalam tentang rasa syukur,” tutup Prajnya.

Penulis : Firliana Saraswati Prasetyoningrum
Editor   : Prajnya Aulia Patria Legawa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme