Purbalingga, 8 September 2026 β Penampilan Tari Dayak menjadi salah satu pertunjukan dalam rangkaian Jambore Ranting Kwarran Rembang
2026 pada Selasa (8/9/2026). Penampilan tersebut berlangsung saat rombongan tiba di Rembang dalam kegiatan yang dilaksanakan pada 7β9 September
2026.
Keunikan penampilan terlihat dari kostum yang dikenakan para penari. Kostum tersebut memanfaatkan dedaunan dan helaian janur yang dirangkai menjadi bagian dari pakaian. Penggunaan bahan tersebut menjadi hal yang tidak biasa karena
dedaunan dan janur umumnya tidak digunakan sebagai pakaian dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian dedaunan tampak menjuntai menyerupai rok dan digunakan sebagai bagian dari hiasan tubuh. Beberapa bagian kostum juga dilengkapi dengan
dedaunan pada kepala. Saat penari bergerak, rangkaian daun tersebut ikut bergerak mengikuti gerakan tari.
Para penari juga menggunakan riasan wajah yang melengkapi penampilan. Gerakan dilakukan secara bersama-sama dengan diiringi alunan gamelan. Perpaduan antara gerakan tari, iringan musik, dan kostum berbahan alami menjadi perhatian warga yang menyaksikan pertunjukan.
Salah seorang warga Panusupan, Ilhamka, menilai penggunaan dedaunan sebagai kostum menjadi hal yang menarik karena berbeda dari penggunaan daun dalam kehidupan sehari-hari. βMenurut saya unik karena biasanya daun hanya kita lihat sebagai bagian dari tanaman, bukan untuk dijadikan kaian. Tapi di pertunjukan ini justru digunakan sebagai kostum penari,β ujarnya.
Penggunaan dedaunan dan janur sebagai pakaian pertunjukan menjadi daya tarik sendiri dalam penampilan Tari Dayak pada Jambore Ranting Kwarran Rembang 2026. Bahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari tersebut dimanfaatkan dalam
bentuk yang berbeda sebagai bagian dari kostum pertunjukan.
