sudutnalar.com, 21 September 2026

PURWOKERTO, SudutNalar — Di sela kesibukan kuliah semester lima, Dea Sekarwati masih aktif sebagai Kepala Departemen Talent Management UKM Protokoler FISIP Unsoed, Bendahara Umum Paguyuban Mahasiswa Bandung, serta bekerja paruh waktu sebagai editor video berbasis AI. Selain itu, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2024 ini juga dikenal sebagai MC, moderator, dan narasumber di berbagai kegiatan kampus.
Ketertarikan Dea pada dunia public speaking bermula saat ia dipercaya membawakan pildacil dalam kegiatan keagamaan sekolah ketika duduk di bangku SD. Sejak SMP dan SMA, ia mulai mengasah kemampuannya melalui kegiatan broadcasting.
“Awalnya bukan dari MC, tetapi dari orang yang suka lomba pildacil atau dakwah Islami. Sejak SMP dan SMA saya mulai belajar menjadi MC melalui kegiatan broadcasting,” ujarnya.
Meski kini kerap tampil di depan banyak orang, kepercayaan diri Dea tidak terbentuk secara instan. Ia mengaku masih merasakan gugup ketika membawakan acara besar.
“Pasti ada proses belajarnya. Dulu sering salah bicara atau materi yang saya sampaikan kurang nyambung. Sampai sekarang kalau menghadapi acara besar masih ada rasa deg-degan,” katanya.
Rasa gugup itu tidak membuatnya berhenti mencoba. Salah satu kesempatan awal Dea di lingkungan kampus datang saat ia dipercaya menjadi moderator dalam acara Speech FISIP pada November 2024. Setelah itu, berbagai kesempatan lain mulai terbuka. Ia membawakan acara Panggih Sedulur Unsoed pada September 2025, menjadi moderator dalam School of Leadership Organization (SOLO) Unsoed pada bulan yang sama, hingga dipercaya sebagai teman sebaya dalam Soedirman Student Summit (S3) pada Agustus 2026.
Prestasi Dea juga tidak sedikit. Pada Maret 2025, ia meraih Juara I Lomba Pidato yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Farmasi Universitas Harapan Bangsa. Di bidang voice over, ia mengawali dengan gelar Juara Favorit pada Mei 2025. Setahun kemudian, pada Mei 2026, ia naik ke posisi Juara II Lomba Voice Over Tingkat Nasional yang diselenggarakan UKMB Magenta Radio Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Ia juga meraih Juara I Musabaqah Syarhil Quran (MSQ) dalam MTQM Unsoed 2025 serta Juara III Lomba Tausiyah Festival Ramadan Masjid Kampus Nurul Ulum pada 2026. Selain itu, Dea menempati peringkat 2 Mahasiswa Berprestasi Program Studi Ilmu Komunikasi.
Di balik berbagai kesempatan yang berhasil diraihnya, Dea juga menghadapi tantangan. Salah satunya keterbatasan ekonomi keluarga yang terkadang membatasi rencananya untuk mengikuti kegiatan maupun kompetisi.
“Kalau kondisi ekonomi jadi tantangan, saya berusaha cari jalan lain. Yang penting jangan berhenti mencoba,” ujarnya.
Sebagai anak pertama dari empat bersaudara, Dea merasa memiliki tanggung jawab untuk menjadi pembuka jalan bagi adik-adiknya. Ia berharap perjuangan yang dijalaninya saat ini dapat memudahkan langkah mereka di masa depan.
“Saya anak pertama. Tugas saya adalah membuka jalan. Biarlah saya yang susah payah membabat rumput yang tinggi sekarang, supaya nanti adik-adik saya tinggal berjalan dengan mudah,” tuturnya.
Bagi Dea, seluruh proses tersebut berpijak pada satu prinsip yang ia pegang sejak SMA.
“Jangan jadikan dirimu menginginkan kehidupan orang lain, tetapi jadikan orang lain menginginkan kehidupan sepertimu,” katanya.
Melalui berbagai pengalaman yang telah dilaluinya, Dea mengajak mahasiswa untuk tidak takut mencoba hal-hal baru meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.
“Kita boleh realistis, tetapi jangan sampai realistis itu menutup mimpi kita. Daripada terlalu banyak berpikir, lebih baik mulai dari langkah kecil dan mencoba terlebih dahulu,” ujarnya.
Reporter: Isfarotul Khasanah | Editor: Hanifah Adwa Nur Sifa
