SudutNalar, 28 September 2026

(Foto: dokumen pribadi)
CILACAP, SudutNalar– Pelaku usaha menghadapi berbagai tantangan ekonomi, mulai dari kenaikan harga bahan baku, penurunan daya beli masyarakat, persoalan pembiayaan, hingga kendala pemanfaatan layanan perbankan digital.
“Kenaikan harga bahan baku terjadi, tetapi harga jual masih dipertahankan karena kenaikan harga dapat menurunkan jumlah penjualan,” ujar Aris Setiawan, Mantri BRI Unit Tarisi.
Di tengah kondisi tersebut, minat masyarakat untuk mengajukan pinjaman modal usaha seperti KUR masih relatif stabil. Namun, menurut Aris usaha yang belum berkembang menjadi salah satu perhatian dalam penyaluran kredit.
Persoalan pembiayaan juga muncul pada pelaku usaha yang memiliki pinjaman harian atau mingguan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Pinjaman yang tidak digunakan untuk pengembangan usaha dapat menyulitkan pelaku usaha membayar angsuran.
Menurut Aris, pinjaman online juga menjadi perhatian dalam penyaluran kredit. Ia menyebut ada nasabah yang kesulitan membayar, termasuk nasabah yang menggunakan pinjaman untuk judi online. Kondisi tersebut membuat pemberian kredit harus dilakukan dengan lebih teliti.
Sementara itu, pemanfaatan layanan perbankan digital masih menghadapi sejumlah kendala. Antusiasme masyarakat berbeda-beda berdasarkan kelompok usia. Banyak pelaku usaha berusia di atas 40 tahun. Misalnya, belum terbiasa menggunakan telepon pintar selain untuk menelepon dan menerima panggilan.
Di tengah berbagai tantangan itu, Aris juga melihat sebagian pelaku usaha yang menjadi nasabahnya mampu mengelola modal dan mengembangkan usaha dengan baik. “Senang dan bangga ketika melihat pelaku usaha berhasil dari segi permodalan dan manajemen usaha, mengalami peningkatan, bahkan bisa berinvestasi,” ujarnya.
Penulis : Nesa Aprillia
Editor : Khalisa Anti Meilani
