Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Dari Tumpukan Limbah Lahir Harapan Baru

Posted on Oktober 8, 2026 by athaya qila

sudutnalar.com, 08 Oktober 2026
Oleh : M. Wildan Burhanuddin

Di tengah bau menyengat sisa-sisa kulit dan serpihan sintetis yang menumpuk di sebuah gudang tua, berdirilah sosok sederhana dengan peci hitam dan senyum tenang yang sering di kenal dengan Agus Salim. Ia bukan pengusaha besar, melainkan tokoh lokal yang berjuang mengubah limbah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar.

Gudang itu dulunya hanya tempat pembuangan sisa produksi pabrik sepatu. Namun berkat inisiatifnya, kini menjadi pusat kegiatan warga. “Kalau kita biarkan, limbah ini hanya jadi masalah. Tapi kalau kita kelola, bisa jadi berkah,” ujarnya sambil menunjuk tumpukan kulit yang siap dipilah.

Ia bersama beberapa warga, termasuk ibu-ibu rumah tangga, mulai mengolah sisa bahan menjadi produk sederhana: keset, tas belanja, hingga kerajinan tangan. Hasilnya dijual di pasar lokal, memberi tambahan penghasilan bagi keluarga yang sebelumnya bergantung pada pekerjaan serabutan.

“Beliau mengajak kami tanpa memandang siapa. Katanya, semua orang bisa bekerja asal mau berusaha,” tutur Siti, seorang ibu rumah tangga yang kini rutin membantu memilah bahan.

Selain memberi peluang ekonomi, kegiatan ini juga berdampak sosial. Anak-anak muda yang sebelumnya menganggur kini ikut terlibat, belajar keterampilan baru, sekaligus menjaga lingkungan dari tumpukan sampah yang merusak pemandangan desa.

Suasana di gudang sering ramai dengan canda tawa. Meski bekerja di antara limbah, semangat warga terasa hidup. “Kami tidak malu, justru bangga. Dari barang buangan, kami bisa menghasilkan sesuatu,” kata salah satu pegawai yang sedang merapikan potongan kulit.

Agus percaya bahwa perubahan besar bisa lahir dari langkah kecil. Baginya, kepemimpinan bukan soal jabatan, melainkan keberanian untuk memulai. “Kalau kita menunggu orang lain, mungkin tidak akan terjadi apa-apa. Jadi lebih baik kita mulai sendiri,” ucap agus.

Di balik gudang tua yang penuh limbah, lahirlah cerita tentang harapan, kerja keras, dan solidaritas. Sosok sederhana itu mengajarkan bahwa kepemimpinan sejati bukan hanya duduk di kursi pemerintahan, melainkan hadir di tengah rakyat, memberi solusi, dan menyalakan semangat hidup.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme