Reporter : Fadel Daren Nafisa
Editor : Happy Zahra Khairunnisa
SudutNalar, 12 September 2026

(Sumber: Fadel Daren Nafisa)
Sajian mendoan yang dijual di salah satu warung rumahan di Desa Brani, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap.
CILACAP, SudutNalar— Sajian mendoan menjadi menu favorit di sebuah warung rumahan milik Bu Tika di Desa Brani, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, dengan penjualan mencapai 84 lembar per hari. Usaha yang berdiri sejak tahun 2023 ini dijalankan sang pemilik untuk menambah pendapatan keluarga tanpa mengabaikan tugas rumah tangga.
Penjual mengatakan bahwa keputusan memulai usaha tersebut didasari oleh kebutuhan ekonomi keluarga. “Alasannya, karena ingin menambah penghasilan dan lebih fokus mengurus keluarga,” ujarnya saat ditemui di lokasi penjualan.(12/09/2026).

(Sumber: Fadel Daren Nafisa)
Penampakan warung rumahan yang menjual mendoan di Desa Brani, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap.
Selain mendoan, warung ini menyediakan Roti Bakar Khas Bandung, aneka gorengan seperti brontak, pisang goreng, bakwan, dan dage goreng. Meski pilihan menu beragam, mendoan tetap mendominasi angka penjualan bulanan.
Proses pembuatan mendoan diawali dengan mengiris tempe secara tipis, lalu membalutnya menggunakan adonan tepung berbumbu sebelum akhirnya digoreng singkat. Menurut penjual, keunikan olahan tempe ini terletak pada rasa dan teksturnya. “Ciri khasnya, rasa gurih beda dari yang lain, tampilan menarik, lebih kriuk meskipun tanpa tambahan obat atau bumbu lainnya,” tuturnya. (12/09/2026). Penjual merasa bersyukur karena olahannya selalu diminati pembeli.
Namun, perjalanan usaha ini tidak selalu lancar. Penjual mengkhawatirkan kendala teknis seperti regulator gas yang mendadak macet saat pesanan ramai. Akhirnya, proses memasak sempat terhambat sehingga pembeli harus mengantre lebih lama.
Meskipun menghadapi hambatan tersebut, sang penjual tetap gigih merawat usahanya. Hingga kini, mendoan masih menjadi tumpuan utama sumber penghasilan tambahan bagi keluarganya.
