Penulis: Rahmah Dya Hamidah
Editor: Niscita Nariswari Vedacetta
Sudutnalar, 14 September 2026

(Ragam varian dimsum yang populer di Indonesia. Sumber: Naila)
BANYUMAS β Awalnya disajikan sebagai hidangan eksklusif di restoran dan kedai yum cha
(minum teh dalam tradisi Tiongkok), kini dimsum telah menjadi salah satu jajanan favorit yang
menyebar sampai ke pelosok Indonesia. Kuliner dari Tiongkok ini tidak lagi sulit dijangkau
sebab mudah ditemui di lapak kaki lima dan gerobak pinggir jalan dengan harga yang
terjangkau.
Dimsum yang dulunya identik dengan acara makan keluarga di restoran bintang lima, sekarang
dipasarkan dengan lebih fleksibel. Adaptasi resep lokal, misalnya pemakaian daging ayam
halal serta saus sambal racikan khas Indonesia, menjadi faktor utama mengapa kudapan ini
begitu cepat diterima masyarakat, terutama di kalangan anak muda.
Maraknya kedai dimsum gerobakan di Indonesia bukan sekadar persoalan mengisi perut. Di
kalangan anak muda, kudapan kukus bertekstur lembut ini sering dijadikan senjata ampuh
untuk memulihkan semangat atau mood booster usai seharian beraktivitas. Perpaduan tekstur
daging yang gurih dengan siraman saus cabai yang pedas asam dinilai menghadirkan sensasi
kepuasan tersendiri.
Hal itu dirasakan langsung oleh Naila (19), seorang mahasiswa yang mengaku gemar
menyantap dimsum ketika stres melanda.
βKalau lagi sibuk, galau, pusing, stres, terus makan dimsum tuh moodnya langsung naik karena
rasanya yang enak jadi begitu makan makanan yang enak jadi lebih bahagia,β ujar Naila.
Banyaknya penjual dimsum di Indonesia juga berkaitan dengan hadirnya beragam varian yang
menarik minat konsumen. Varian yang paling sering ditemui adalah varian kukus. Di dalamnya
ada siomai yang menjadi primadona pasar lokal dengan olahan daging ayam atau udang
cincang berbalut kulit tipis dan taburan wortel di atasnya. Selain sajian kukus, varian dimsum
goreng juga punya tempat tersendiri di hati pencinta kuliner karena menawarkan tekstur renyah
yang menggoda. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah dimsum keju lumer, yakni
adonan daging ayam atau udang yang dibungkus kulit pangsit memanjang lalu digoreng kering
dengan isian potongan keju yang lumer ketika disajikan saat hangat.
Perkembangan kuliner di Indonesia mampu melahirkan inovasi dimsum kekinian yang
menyesuaikan selera pasar modern. Siomai kukus kini banyak dikreasikan menjadi dimsum
mentai dengan sapuan saus mentai gurih yang dibakar tipis hingga mengeluarkan aroma
smokey, sampai dimsum mozzarella yang diselimuti lelehan keju gurih yang melar saat
disajikan hangat.
Bukan hanya soal rasa, harga yang terjangkau menjadi salah satu faktor yang mendorong
berkembangnya bisnis dimsum. Jika di restoran satu porsi dimsum bisa dibanderol puluhan
ribu rupiah, para pedagang kaki lima mampu menyajikannya mulai dari harga Rp2.000 hingga
Rp3.000 per butir. Penyesuaian harga ini membuka akses luas bagi pelajar, mahasiswa, hingga
pekerja kantoran untuk menikmati dimsum sebagai camilan harian.
Cukup bermodal kukusan dan kemauan berdagang, bisnis dimsum pinggir jalan pun menyebar
di kawasan sekolah, kampus, hingga perkantoran. Kemajuan yang begitu cepat ini
menunjukkan bahwa dimsum telah sukses beradaptasi dengan cita rasa masyarakat Indonesia.
Dari makanan mewah kelas atas, dimsum sekarang resmi menjadi salah satu bagian dari aneka
street food populer yang memperkaya variasi kuliner Nusantara.
