Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Dari Perkumpulan Pemuda hingga Festival, Perjalanan Grup KentonganPutra Muda Laras

Posted on September 16, 2026September 16, 2026 by Zidan Diyaaul Haq

Aditya Khairi Fahriza
sudutnalar.com, 16 september 2026

Grup Kentongan PML saat tampil dalam acara khitanan masyarakat (Foto: Dokumentasi pribadi Fahri).

PURWOKERTO, Sudut Nalar – Grup kentongan Putra Muda Laras (PML) terus
mengembangkan keberadaannya sejak didirikan pada 2017. Kelompok yang berawal dari
wacana para pemuda di grumbul Kesal, Darmakradenan untuk mengembangkan bakat dan
membentuk perkumpulan yang lebih positif tersebut kini telah mendapat berbagai kesempatan
untuk tampil di tengah masyarakat.
Anggit Prasetyo (25), salah satu personel PML yang memainkan angklung, menjelaskan bahwa
pembentukan grup kentongan tersebut berawal dari keinginan para pemuda untuk memiliki
kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan sekaligus membawa kegiatan perkumpulan ke
arah yang lebih positif.

Dalam perjalanannya, PML tidak langsung memiliki fasilitas dan kesempatan tampil seperti
sekarang. Para anggota bahkan sempat berkeliling mengamen untuk mengumpulkan modal guna
mengembangkan grup kentongan mereka. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bagian dari
proses yang dilalui PML hingga akhirnya mampu berkembang dan dikenal oleh masyarakat.
Seiring berjalannya waktu, PML mulai mendapatkan berbagai kesempatan untuk tampil. Grup
tersebut kini kerap diundang untuk mengisi acara hajatan dan juga mengikuti festival kentongan.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan yang pada awalnya hanya berupa
perkumpulan pemuda dapat berkembang menjadi kelompok kesenian yang memiliki aktivitas di
tengah masyarakat.

Grup Kentongan PML saat tampil dalam acara khitanan masyarakat (Foto: Dokumentasi pribadi Fahri).

Tidak hanya tampil dalam berbagai acara, Anggit bersama beberapa anggota PML juga beberapa
kali diminta untuk melatih kentongan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan
PML dalam mengenalkan dan mengembangkan kesenian kentongan kepada kelompok atau
masyarakat lainnya.
Saat ini, PML telah beberapa kali diundang untuk mengisi acara hajatan. Selain itu, kelompok
tersebut juga kerap mengikuti festival kentongan. Untuk mengundang PML dalam suatu acara,
tarif yang dikenakan berkisar antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta. Besaran tarif tersebut
bergantung pada jarak lokasi acara yang akan didatangi.
Kentongan sendiri merupakan salah satu alat komunikasi tradisional yang telah lama digunakan
masyarakat Indonesia. Alat ini umumnya dibuat dari bambu atau kayu berongga dan dimainkan
dengan cara dipukul. Dahulu, kentongan digunakan untuk menyampaikan informasi kepada
masyarakat, seperti tanda bahaya, keamanan lingkungan, maupun untuk mengumpulkan warga.
Pola pukulan tertentu dapat memiliki makna yang berbeda sesuai dengan kesepakatan
masyarakat setempat.

Dalam perkembangannya, kentongan tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga
berkembang menjadi bagian dari kesenian rakyat. Di Banyumas, misalnya, kentongan
berkembang dengan perpaduan berbagai alat musik bambu sehingga menghasilkan bentuk
kesenian yang lebih musikal. Perkembangan tersebut kemudian melahirkan berbagai kelompok
kentongan dan festival yang menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempertahankan kesenian
tersebut.
Kekompakan antaranggota menjadi salah satu hal yang membuat kegiatan PML tetap berjalan
hingga saat ini. Menurut Anggit, para pemuda yang tergabung dalam kelompok tersebut masih
aktif berkumpul dan berlatih bersama, terutama pada akhir pekan.

Sesi wawancara dengan Anggit Prasetyo, salah satu personel Grup Kentongan PML (Foto: Dokumentasi Fahri).

“Di sini alhamdulillah pemudanya aktif dan solid, jadi mereka ketika akhir pekan selalu kumpul
dan latihan bareng atau sekadar iseng-iseng main,” ujar Anggit.
Perjalanan Putra Muda Laras menunjukkan bahwa kesenian tradisional masih dapat
dikembangkan melalui keterlibatan generasi muda. Dari perkumpulan yang awalnya hanya
berupa wacana, PML kini tidak hanya tampil dalam berbagai acara, tetapi juga ikut
memperkenalkan kemampuan bermain kentongan melalui kegiatan pelatihan.

Penulis: Aditya Khairi Fahriza
Editor: Saskia Nova

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme