Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Dari Kegagalan Menuju Duta Kampus 2026: Perjalanan Hasna Anisah Membangun Winner Mentality

Posted on September 23, 2026 by zulfa izaz

Sudutnalar.com, 22 September 2026

Hasna Anisah Duta Kampus Unsoed 2026 (Foto: Dokumen Pribadi)

PURWOKERTO, SudutNalar — Di tengah padatnya dinamika dunia kedokteran serta deretan prestasi gemilang sebagai Duta Kampus Unsoed 2026 dan Duta Mahasiswa Kedokteran Indonesia 2025, Hasna Anisah enggan jika dirinya hanya dinilai dari deretan gelar yang melekat di belakang namanya. Bagi Hasna, setiap pencapaian dan gelar kehormatan bukanlah identitas utama yang mendefinisikan jati dirinya.

“Saya tidak ingin mendefinisikan diri saya sebatas pencapaian atau jabatan. Yang saya kenal, saya adalah seorang pembelajar sejati yang selalu ingin tumbuh, berproses, dan menebar manfaat bagi orang lain,” ungkap Hasna dengan penuh ketulusan. Memegang teguh prinsip bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya, ia aktif terjun langsung ke masyarakat melalui berbagai aksi pengabdian sosial, riset ilmiah, hingga kegiatan sukarela.

Namun, di balik citra mahasiswi berprestasi dan menginspirasi, Hasna menyimpan narasi perjuangan yang tak banyak diketahui publik. Sebelum melangkah jauh hingga meraih berbagai gelar duta dan dipercaya menjadi Asisten Dosen, ia pernah berada di titik terendah ketika permohonan beasiswanya ditolak beruntun.

“Dua kali mendaftar program beasiswa yang berbeda, dua kali pula saya harus menerima penolakan. Jujur, saat itu saya sempat merasa jatuh, ragu akan kelayakan diri, hingga mengalami burnout,” kenangnya. Momen pahit tersebut justru menjadi titik balik yang merombak perspektif hidupnya secara mendasar. Dari kegagalan itu, Hasna menyadari bahwa pintu yang tertutup sering kali membimbing langkah menuju lorong-lorong kesempatan baru yang bahkan tak pernah ada dalam daftar impian awalnya. Tak lama setelah penolakan tersebut, pintu menuju Duta Mahasiswa Kedokteran Indonesia terbuka lebar dan membuka rantai keberhasilan berikutnya.

Inspirasi dan keteguhan Hasna tak terlepas dari dorongan mendalam yang berakar sejak ia duduk di bangku sekolah dasar. Momen saat ia terpilih menjadi perwakilan Dokter Cilik (Dokcil) dan memegang stetoskop untuk pertama kalinya menjadi pemicu lahirnya sebuah impian besar, meski saat itu ia belum memahami penuh fungsinya. Dengan polos dan penuh keyakinan, ia berkata, “Suatu saat nanti, aku akan menyembuhkan orang lain dengan tanganku sendiri. Aku ingin hadir menjadi pembawa harapan bagi mereka yang membutuhkan.” Momen sederhana itu kini mewujud menjadi jalan hidup yang nyata. Bagi Hasna, pencapaiannya hari ini bukanlah bentuk pembuktian ego atau tekanan lingkungan, melainkan wujud bakti tulus kepada kedua orang tua yang senantiasa memberi dukungan tanpa syarat.

“Motivasi terbesar dalam hidupku adalah orang tua. Perjuangan ini bukan agar dipuji orang lain, melainkan untuk mengukir senyum bangga di wajah mereka. Merekalah support system terbaik yang selalu menerima segala kekurangan dan kelebihanku apa adanya,” tuturnya penuh haru.

Di tengah pesatnya era digital, Hasna memandang personal branding sebagai sarana penting untuk menebar kebermanfaatan. Melalui perannya sebagai health educational content creator, ia membuktikan bahwa profesi calon dokter pun bisa berdampak luas di luar dinding klinis. Bermula dari membagikan catatan belajar SMA hingga kini bermitra dengan berbagai pihak, Hasna mengajak anak muda untuk tidak ragu melangkah. Pesannya singkat namun tajam, “Jangan biarkan penilaian orang lain menghambat potensi diri. Selama fokus pada impian dan niat tulus untuk berbagi, setiap karya di media sosial akan menemukan jalannya sendiri.”

Bagi Hasna, perannya sebagai Duta Kampus maupun calon dokter masa depan bukan sekadar tentang menjadi figur di depan layar, melainkan tentang keberanian untuk mendengarkan, memberikan kenyamanan, dan merangkul sesama. Dengan impian besar untuk terus mengabdi di dunia kesehatan kelak, Hasna terus melangkah mantap dengan satu prinsip hidup yang selalu ia pegang teguh.

“Jangan pernah takut pada kegagalan. Lebih baik kita gagal karena telah berani mencoba, daripada gagal karena tidak pernah berani melangkah sama sekali.”

Penulis : Firliana Saraswati Prasetyoningrum

Editor  : Puspita Dewi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme