Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Dari Jalan Kaki hingga Memimpin Perjalanan Wisata, Perjuangan Ari Nurwanto Menembus Keterbatasan

Posted on September 23, 2026 by aflah amanullah

Ari Nurwanto saat memaparkan informasi perjalanan study tour kepada siswa. (Dok. Ari Nurwanto)

Banyumas, Sudutnalar.com, – Kesuksesan tidak selalu berawal dari kehidupan yang serba berkecukupan. Hal tersebut tercermin dalam perjalanan Ari Nurwanto, pekerja biro wisata yang kini dipercaya sebagai koordinator lapangan (korlap) sekaligus pemandu perjalanan wisata.

Sejak duduk di bangku SMP hingga SMA, kehidupan pria tersebut tidak selalu mudah. Ketika sebagian temannya menggunakan kendaraan untuk berangkat sekolah, ia harus berjalan kaki. Saat bersekolah di SMA Muhammadiyah Sokaraja, keterbatasan transportasi membuatnya sempat tinggal di asrama agar lebih dekat dengan sekolah.

“Dulu kalau sekolah saya jalan kaki. Waktu SMA juga sempat tinggal di asrama karena tidak ada kendaraan untuk berangkat,” ujar Ari.

Di tengah kesibukannya sebagai pelajar, ia juga berjualan siomay untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pengalaman tersebut tidak selalu berjalan mulus. Suatu ketika, sepeda yang digunakannya untuk berjualan diserempet pengendara lain hingga rusak parah dan dagangan yang dibawanya tumpah.

Kejadian itu bahkan sempat berlanjut menjadi persoalan. Pengendara yang menyerempet mengalami cedera pada jari kaki dan justru melaporkan dirinya. Sempat mendapat intimidasi, persoalan tersebut akhirnya tidak dilanjutkan setelah diketahui bahwa kecelakaan terjadi akibat kesalahan pihak yang menyerempet.

“Waktu itu sempat bingung dan takut karena saya malah dituntut. Padahal saya yang diserempet. Setelah mau dilaporkan ke polisi, akhirnya masalahnya tidak dilanjutkan,” tuturnya.

Selain menghadapi persoalan saat berjualan, ia juga pernah menjadi sasaran perundungan sejak SMP hingga SMA karena kondisi ekonomi keluarganya. Meski demikian, pengalaman tersebut tidak membuatnya berhenti berusaha.

Setelah lulus SMA, keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi harus ditunda. Keterbatasan biaya dan tanggung jawab terhadap keluarga membuatnya memilih untuk bekerja. Ia kemudian bergabung dengan Lensa Wisata Purwokerto dan mulai menekuni dunia perjalanan wisata.

“Sebenarnya setelah lulus SMA ingin kuliah, tetapi kondisi keluarga belum memungkinkan. Saya akhirnya memilih bekerja dan membantu keluarga,” jelasnya.

Kegigihan, keberanian berbicara di depan banyak orang, serta kemampuan berkomunikasi membuat kepercayaan terhadap dirinya semakin besar. Kini, ia dipercaya menjadi korlap yang mendampingi berbagai rombongan pelajar SMP dan SMA.

Dalam pekerjaannya, ia mengantar dan mendampingi rombongan ke sejumlah destinasi wisata, seperti Jakarta, Bandung, Dufan, Monas, hingga Saung Angklung Udjo. Pekerjaan tersebut membuatnya terbiasa berhadapan dengan banyak orang sekaligus menghadapi berbagai situasi di lapangan.

“Kalau sekarang lebih banyak di lapangan, marketing, mendampingi rombongan sekolah. Yang penting pekerjaan dijalani dengan tanggung jawab,” ungkapnya.

Penghasilan yang diperoleh dari pekerjaannya juga tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi. Ia berusaha membantu orang tua dan adik-adiknya sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keluarga.

Bagi dirinya, berbagai kesulitan yang pernah dilalui menjadi pengalaman yang membentuk kehidupan hingga saat ini. Ia berharap perjalanan tersebut dapat menjadi pelajaran bagi orang lain untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi keterbatasan.

“Jangan minder karena keadaan. Dulu saya juga sering diremehkan, tetapi saya percaya setiap orang punya waktunya sendiri. Yang penting jangan berhenti berusaha,” pungkasnya.

Perjalanan dari seorang pelajar yang harus berjalan kaki dan berjualan siomay hingga dipercaya memimpin perjalanan wisata menjadi bagian dari perjuangan Ari dalam menghadapi keterbatasan. Baginya, keadaan bukanlah alasan untuk berhenti melangkah dan membantu keluarga.

Penulis: Rezza Firmanto

Editor: Adnan Khalil Hakim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme