Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Dari Hobi Jadi Penghasilan, Ella Batik Lestarikan Motif Batik Khas Salem, Brebes

Posted on September 16, 2026September 16, 2026 by Zidan Diyaaul Haq

Penulis Berita : Amalinda
Editor Berita : Assifa Sahra Isna Niansyah
Jumat, 11 September 2026, 19:40

Batik Tulis Khas Salem, sumber : Dokumentasi Pribadi

BREBES – Cici Ellawati, atau yang lebih dikenal sebagai Ella Batik, telah menekuni usaha batik tulis selama lebih dari 20 tahun. Delapan tahun terakhir, ia menjalankan usaha mandiri di Salem, Brebes, Jawa Tengah dengan mengandalkan motif khas bawang merah dan mangrove sebagai identitas batik Salem. Minat pemesanan batik tulisnya tinggi, bahkan banyak datang dari pejabat dan instansi pemerintahan.

Ella mengaku tertarik membatik karena warisan keluarga. “Orang tua dan saudara juga suka membatik. Awalnya belajar sedikit-sedikit, iseng-iseng, ternyata jadi hobi yang menghasilkan,” ujarnya. Kegiatan membatik ia tekuni sebagai tambahan penghasilan sebagai ibu rumah tangga.

Menurut Ella, salah satu hal yang menyenangkan sebagai pengrajin batik adalah memiliki banyak relasi dan pelanggan. “Sukanya banyak relasi, banyak yang order. Kalau ada bazar, saya suka ikut,” katanya. Namun, ia juga mengakui ada saat jenuh dan pegal karena pekerjaan membatik menuntut ketelitian dan ketahanan fisik.

Ciri khas batik Salem buatan Ella adalah motif bawang merah dan mangrove yang menjadi ikon Brebes. Dalam proses, ia menggunakan bahan kimia karena pewarna alami sulit diperoleh. “Bahan alami susah didapat, jadi kami pakai pewarna kimia,” jelasnya.

Minat masyarakat terhadap batik Salem, kata Ella, masih cukup tinggi. Pelanggannya tidak hanya berasal dari masyarakat umum, tetapi juga pejabat dan instansi pemerintah. “Banyak yang order dari bupati dan dewan. Kalau tetangga jarang, paling kalau ada acara nikahan,” tuturnya.

Dalam proses produksi, Ella menggunakan alat dan bahan untuk membatik seperti kain mori, canting, malam (lilin), gawangan, serta pewarna soda nila. Untuk proses penglorodan atau pelorodan lilin, ia menggunakan kompor, panci besar, bak besar, dan gawangan serta gantungan.

Dari segi ekonomi, usaha Ella Batik cukup menjanjikan. “Sehari pemasukan bisa lebih dari Rp100.000 di luar modal. Laba yang didapat bisa dua kali lipat dari modal awal,” ungkapnya. Untuk mengantisipasi banyaknya pesanan, kini Ella telah memiliki karyawan. Namun, ketika pesanan sedikit, ia akan tetap mengerjakan proses membatik sendiri. 

Kenaikan harga bahan baku dan persaingan dengan pengrajin lain menjadi tantangan utama yang dihadapi Ella. Meski demikian, ia tidak terlalu khawatir karena telah memiliki pelanggan tetap. “Karena sudah punya pelanggan tetap, tidak terlalu khawatir dengan persaingan,” ujarnya.

Pemerintah daerah turut berperan dalam melestarikan UMKM batik Salem melalui berbagai kegiatan seperti bazar dan pelatihan membatik. “Pemerintah membantu dengan mengadakan bazar dan stand pelatihan,” kata Ella.

Di tengah gempuran gaya berpakaian kebarat-baratan, Ella berharap batik tulis tetap lestari hingga generasi mendatang. “Semoga batik ini terjaga sampai anak cucu kita, dan batik Salem bisa terkenal hingga mancanegara,” harapnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih memilih batik tulis daripada batik printing. “Jangan sampai membeli batik printing, lebih baik batik tulis dari pengrajin,” pesannya.

Kisah Ella Batik menggambarkan bagaimana warisan budaya lokal dapat diubah menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan. Dengan dukungan pelanggan setia dan peran pemerintah, batik Salem berpotensi terus berkembang dan dikenal lebih luas.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme