Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Dari GOR Satria ke Istana Merdeka, Perjuangan Penari Lengger Kelana Banyumasan Membawa Nama Banyumas

Posted on September 16, 2026September 16, 2026 by zulfa izaz

Sudutnalar.com, 13 September 2026

Penari Lengger Kelana Banyumasan saat tampil di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026) pukul 16.00 WIB (Foto: Dokumentasi Pribadi)

PURWOKERTO, SudutNalar β€” Kesempatan tampil di Istana Merdeka menjadi pengalaman berharga bagi Nuraya, salah satu penari Lengger Kelana Banyumasan. Dalam peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, ia dipercaya untuk menampilkan Tari Lengger Kelana Banyumasan di hadapan para tamu undangan yang hadir di Istana Merdeka.

Sebelum sampai pada penampilan tersebut, ia harus melewati rangkaian latihan yang cukup panjang. Persiapan dimulai sejak 8 Agustus dan dilaksanakan di GOR Satria Purwokerto. Latihan berlangsung cukup intensif, mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB atau sekitar 14 jam dalam sehari.

β€œYang paling aku ingat itu proses latihannya. Capek, tegang, tapi juga seru karena bisa latihan dan berjuang bareng teman-teman sampai di hari penampilan,” ujarnya.

Persiapan penampilan tersebut melibatkan para penari dan sejumlah pelatih, yakni Mas Jhanu, Mas Sigit, Mbak Sofi, Mbak Lintang, Mas Rianto, serta Mbak Tutut. Selain itu, dukungan juga diberikan oleh Gubernur Jawa Tengah beserta jajaran.

Keikutsertaannya dalam penampilan tersebut didorong keinginan untuk memperkenalkan kesenian Banyumas kepada masyarakat luas. β€œAku mau kasih tahu ke orang-orang kalau Banyumas itu punya kesenian yang sangat menarik untuk ditampilkan di Istana,” tuturnya.

Saat tampil, ia mengaku sempat merasa gugup. Namun, rasa gugup tersebut bercampur dengan rasa senang dan bangga karena dapat menari di Istana Merdeka di hadapan Presiden Republik Indonesia beserta jajarannya. Menurutnya, tampil di Istana Merdeka terasa lebih sakral dan memberikan kebanggaan tersendiri karena ia membawa nama Banyumas.

Untuk mengatasi rasa gugup, ia mengatur napas, memusatkan perhatian pada gerakan dan musik, serta mengandalkan hasil latihan yang telah dijalaninya. Suasana Istana Merdeka juga memberikan kesan yang berbeda dibandingkan panggung tempat ia tampil biasanya.

Setelah membawa Tari Lengger Kelana Banyumasan ke Istana Merdeka, rasa bangga menjadi hal yang paling dirasakannya sebagai penari asal Banyumas. Baginya, kesempatan tersebut menjadi penglaman berharga sekaligus menjadi cara untuk mengenalkan budaya Banyumas kepada masyarakat luas.

Penulis : Prajnya Aulia Patria Legawa

Editor : Puspita Dewi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme